Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Kabupaten Halut

Gempa bumi guncang Kabupaten Halmahera Utara

TERNATE – Gempa bumi yang mengguncang Halmahera Utara (Halut) pada Sabtu (08/01/2022) dengan magnitudo 5.1 skala richter, BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya mengatakan, pada Sabtu pukul 16.53.42 WIB atau 18.53.42 WIT wilayah Halmahera Utara diguncang gempa tektonik. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  5,2. Dikatakannya, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,58° LU ;127,92° BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 km arah Barat Daya Kota Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault),” katanya.

Dia menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Tobelo, Ternate, Weda dan Jailolo dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truck berlalu), Daruba dan Tidore dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami” tandasnya.

Pasca gempa bumi 5,1, terjadi beberapa kali gempa bumi susulan dengan intensitas lebih kecil.
Pihaknya kata dia, menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tandasnya. (cim)

Berita Terkait