DARUBA – Kawasan persawahan Desa Tilei Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) yang dulunya merupakan kawasan rawan banjir, kini mulai teratasi.
Walau diguyur hujan dengan intensitas tinggi, air yang meluap dari sungai tidak lagi separah lima tahun lalu.
Pantauan Fajar Malut, saat hujan deras yang mengguyur Morotai dalam tiga hari terakhir, tidak lagi terjadi banjir besar di kawasan tersebut. Namun masih ditemukan luapan air yang naik ke permukaan jalan, hingga menutupi aspal sepanjang kurang lebih 100 meter.
Hanya saja, luapannya tidak terlalu tinggi, hanya 10 sampai 15 cm, dengan tekanan arus rendah, sehingga masih bisa dilewati kendaraan baik mobil atau motor.
“Disini kalau hujan terlalu lama tetap banjir, tapi tidak separah 5-6 tahun yang lalu. Dulu jika hujan seperti ini, kalau sampai banjir mobil truk pun tidak bisa lewat. Jadi kalau hujan begini, akses ke Daruba terputus. Kalau sekarang, biar air naik ke permukaan jalan, tapi motor masih bisa lewat,” kata Riyan salah satu warga Desa Usbar Pantai.
Amatan media ini, menurunnya intensitas air di kawasan tersebut, karena adanya tiga proyek besar yang dibangun oleh Kementerian PUPR di kawasan Sungai Desa Tilei. Proyek tersebut diantaranya Bendungan, Jembatan dan Talud yang membentang di sepanjang aliran sungai. Tiga proyek tersebut tentunya memiliki pengaruh besar, dalam mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut.
Selain itu, jaringan irigasi yang dibangun Dinas Pertanian setempat, juga cukup membantu mengatasi banjir. Namun yang masih perlu menjadi perhatian adalah sungai kecil yang membentang di sepanjang pinggiran jalan raya.
Sungai inilah yang sering meluap, hingga menutupi badan jalan ketika musim hujan. Bahkan ada sebuah rumah milik warga Desa Tilei yang mulai terancam oleh abrasi sungai. Jika tidak segera tangani, tiga tahun kedepan rumah tersebut dipastikan akan ambruk ke sungai. Karena jarak antara aliran sungai dan rumah tersebut, hanya tersisa 4 meter.
Pemkab Pulau Morotai hanya perlu membangun Talud untuk bisa mengatasi masalah ini. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

