Kecewa, Bupati Halteng Perintahkan Ganti Kepsek

Bupati Perintahkan ganti Kepsek yang lakukan aksi

WEDA – Aksi demonstrasi dan mogok mengajar yang dilakukan sejumlah kepala sekolah beberapa waktu lalu membuat Bupati Halteng merasa kecewa berat.

Pasalnya perhatiannya selama ini di bidang pendidikan tak dianggap oleh sejumlah Kepsek dan guru di wilayah Patani. “Seharusnya guru dan kepsek juga harus sadar. Bahkan sampai demo, unjuk rasa dan konon juga dalam selebaran itu mogok sekolah. Termasuk kalian ini manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan,” ucap Bupati Halteng saat menghadiri acara penegerian TK, Rabu (23/02/2022).

Bupati bahkan mengutip Firman Allah SWT, wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul. Firman Allah ini apakah anda (kepsek dan guru) tidak mengerti? Kalau anda mengerti maka anda khianat. “ Anda (kepsek dan guru) yang melakukan demo adalah termasuk kelompok pengkhianat terhadap kebenaran konstitusi undang-undang dan peraturan pemerintah daerah yang telah kita tetapkan, yang anda terima itu setiap bulan,” tukasnya.

Elang mengaku, ketiga gaji terlambat satu bulan anda buat masalah. Ini mekanisme transisi anggaran, kalau anda orang yang tidak berpendidikan itu wajar, tapi seorang kepsek dan guru yang tahu aturan kenapa harus demo dan ancam mogok mengajar. “ Jadi saya kirim salam di guru-guru di Patani saya kecewa sekali kepada anda,” akunya.

Edi bahkan menyampaikan salah satu kebijakan yang penting adalah tenaga honorer terbanyak di Maluku Utara itu Kabupaten Halteng dan itu fakta, termasuk gaji honorer yang paling besar di Maluku Utara itu honorer di Halteng. “ Kadis, mereka (gaji guru honorer) sudah dibayar belum? Setiap bulan mereka terima? Kalau mereka terima lalu ada yang buat begini (demo) berarti ada iblis di sana,” katanya.

Edi juga merasa kecewa dengan guru yang tidak mengikuti demo, seharusnya, lanjut Edi, misalnya saudara tidak melakukan demo, paling tidak anda harus memiliki tanggung jawab bagaimana memberikan masukan informasi dan pemahaman agar mereka juga paham. “ Jangan terkesan diam melihat guru-guru yang lain demo, jadi ada kesan membuat keresahan secara umum di Halteng ini seolah Bupati tidak menggubris persoalan ini,” tandasnya.

“ Supaya kalian tahu bupati paling peduli persoalan pendidikan itu Bupati Halteng,” tegasnya.

“ Tapi lagi-lagi anda ini tidak sadar. Kalau teman anda kalau main nakal, harus anda dong yang bicara, karena saya tidak mungkin akan membalas di medsos dan sebagainya,” tuturnya.

Edi mengaku, kalau kita banding gaji Rp1.500.000 dibagi 30 hari atau 25 hari sekitar Rp 50.000 sampai Rp60.000, berarti sesuai dengan standar UMR. Dan standar UMR itu memperhatikan aspek yang berkaitan dengan faktor kemanusiaan. “ Anda manusia maka digaji sesuai dengan standar UMR. Dan itu tidak ada di daerah lain, Hanya di Halteng,” pungkasnya.

“ Tapi anda masih main Facebook juga, mau kritik pemerintah seolah-olah Anda luar biasa. Saya minta doa supaya orang-orang model itu diberikan nikmat kemiskinan, iya, ya kalau mengkufuri nikmat kan ada azab, itu menurut Firman Allah,” sebutnya .

Dia mengaku sebulan ini gelisah dengan ulah guru-guru. “Jadi kalau guru-guru demo saya berhentikan dengan SK sekarang,” katanya

Dia meminta Kadis Pendidikan mencatat nama kepala sekolah di Patani yang ikutan demo agar diganti. “ Saya terlalu serius mengurus pendidikan ini. Tidak ada yang peduli pendidikan sehebat di Halteng, jadi kepsek yang demo itu segera diganti,” kesalnya.

Nama-nama yang ikut semoga segera diganti. “ Saya tidak butuh orang-orang itu dalam rangka Pilkada, karena saya butuh rakyat. Saya pecat seluruh kepala sekolah pun tidak pengaruh. Bagi saya itu saya dengan rakyat. Dan rakyat akan mengukur siapa yang jujur. Ini sudah keterlaluan,” ketusnya.

Soal TTP itu soal DAK, bukan kesalahan dari bendahara daerah atau perencanaan. Pengelolaan keuangan diatur oleh Kaban Keuangan lalu secara teknis dikelola oleh OPD yang ada. Kalau kemudian untuk membayar itu berdasarkan data dari kepala sekolah. Contoh ada 20 guru di Patani yang sudah dapat sertifikasi maka dia tidak lagi dapat TTP. “ Dan data itu dari Pendidikan bukan dari keuangan,” jelasnya.

Jadi kalau belum bayar itu bukan soal tidak ada duit atau bupati tidak mau bayar, tapi data kalian yang belum masuk. “ Untuk itu saya tegaskan TTP itu hadiah dari Bupati berkaitan dengan kinerja bukan abuleke. Coba itu,” cecar Edi.

“ Saya macam rasa sedih. Untuk itu saya kirim salam di Camat Patani Kase tau guru-guru yang demo itu, suatu saat saya akan ketemu dengan mereka,” tambahnya.

Sebab gaji guru honorer saat ini sudah mencapai Rp1.750.000 per bulan. Dia mengaku kecewa dengan guru yang ada di Halteng. Karena mereka termasuk insan tidak mensyukuri nikmat. “ Bayangkan itu di Kecamatan Patani seluruh sekolah demo,” lanjutnya. (udy)

Berita Terkait