JAILOLO – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Halmahera Barat meminta Polda Maluku Utara mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan obat yang melekat pada Dinas Kesehatan setempat
Sebab kata dia, setelah diambil alih Polda Malut, publik menanti kejelasan kasus terindikasi kerugian negara senilai Rp 2,2 miliar tersebut. “Perkembangan kasus itu sangat dinanti publik. Untuk itu, polda mengusut hingga tuntas,” kata Ketua Fraksi PKB Albert Hama kepada Fajar Malut, di Kantor DPRD setempat, Senin (14/3/2022) kemarin.
Ia mengatakan, penyelewengan ada kerugian negara ada perbuatan melawan hukum harus secara jujur menyampaikan kepada publik, termasuk siapa saja terlibat karena publik lagi menunggu.
PKB, kata dia, bakal mengawal proses penyelidikan kasus hingga tuntas. Jika ada oknum penyilidikan sengaja memperlambat kasus tersebut, maka dirinya akan tempuh ke Mabes Polri serta melaporkan Polda Malut ke Kompolnas.
“Ketua fraksi PKB tetap mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika Reskrimsus lambat atau sengaja menghambat kasus ini, maka saya gunakan kewawengan dengan konstitusi saya untuk melaporkan ke Mabes Polri dan kompolnas,” tegasnya.
Untuk memastikan perkembangan kasus tersebut, dalam waktu dekat, Albert akan mengunjungi Polda Malut .”Saya dalam waktu dekat akan mengunjungi Reskrimsus Polda Malut meminta penjelaskan terkait perkembangan kasus ini,” tandasnya. (ais)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

