Operasi Pekat, Prostitusi Hingga Ribuan Miras Diungkap

TERNATE Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sandi Kieraha I Polda Maluku Utara 2020  digelar hampir sebulan dari tanggal 11 Maret hingga 30 Maret 2020 telah mengungkap berbagai kasus.  Bidang Humas Polda Malut merilis berakhirnya operasi itu sebanyak 131 orang terlibat kasus prostitusi serta ribuan Minuman Keras (Miras) berbagai merk  berhasil diamankan tim operasi pekat.

Kabid Humas  Polda AKBP Adip Rojikan mengatakan, data yang  direkap sepanjang operasi pekat dilakukan berhasil mengungkap ribuan jenis miras berupa cap tikus sebanyak 4.036 kantong, 862 botol dan 3.012 liter,  saguer sebanyak 5025 litter, Ciu sebanyak 21 botol, bir putih sebanyak 2.662 kaleng dan 495 botol, bir hitam sebanyak 81  botol dan 72 kaleng.   Untuk jenis miras import  berhasil diamankan sebanyak 390 botol dari berbagai merk. “Jika ditotalkan semuanya hampir mencapai dua ribuan miras dalam operasi pekat ini,” kata AKBP Adip Rojikan, Kamis (2/4) kemarin.

Tak hanya  kasus miras yang diungkap, namun kasus  prostitusi sebanyak 131 orang terjaring dalam operasi pekat tersebut. Selain itu, kasus narkoba berhasil diamankan tiga tersangka beserta Barang Bukti (BB) berupa ganja 7 paket serta 2 gram shabu.  Tim juga berhasil mengamankan 17 penjudi  beserta barang buktinya maupun kasus pencurian diamankan 4 pelaku beserta barang bukti handphone 1 unit dan laptop 1 unit.

“Hasil  operasi pekat ini  selanjutnya diberikan pembinaan  oleh tim TGRM Polda Malut dan untuk kasus Narkoba dan pencurian serta kasus pidana lainnya dilanjutkan dengan proses hukum yang berlaku,” jelas AKBP Adip Rojikan. (dex)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Operasi Pekat, Prostitusi Hingga Ribuan Miras Diungkap"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*