LSM Rorano Tolak Tahlilan di Masjid

AsgharSaleh

TERNATE – Surat yang dikeluarkan Pemerintah kota Ternate kepada para imam masjid se-Kota Ternate untuk melakukan pembacaan doa tolak bala/ tahlilan menjelang bulan suci ramadhan 1441 hijriyah, mendapat sorotan dari sejumlah pihak salah satunya dari LSM Rorano Ternate.

Pasalnya, surat nomor 451/24/2020 tertanggal 1 April 2020 yang diteken oleh Pj. Sekda Kota Ternate Thamrin Alwi itu, menyebutkan kalau pembacaan doa tolak bala itu melibatkan masyarakat dan biaya konsumsinya di tanggung Bagian Umum Setda Kota Ternate dinilai keliru, sebab saat ini penanganan virus corona ini salah satunya mengisyaratkan jaga jarak sesama warga.

Direktur LSM Rorano M Asghar Saleh mengatakan, pemerintah sudah menganjurkan warga agar tidak berkumpul (sosial distanting) untuk mengantisipasi penyebaran virus. “Kalau edarannya seperti mestinya harus menyebutkan, kalau badan syara satu atau dua orang tahlilan tidak ada masalah, atau kalau ada jamaah harus jaga jarak tapi kan tidak dijelaskan begitu malah diundang masyarakat berjamaah untuk hadir,” katanya, kemarin.

Selain itu kata dia, anjuran ini juga difasilitasi dengan makan minum, sementara Satpol PP dan TNI/Polri tiap waktu patroli melarang orang berkerumun, sementara di lain pihak surat dengan nama Pemkot Ternate justru mengundang orang.” Kalau di bilang redaksi suratnya keliru itu tidak bisa jadi dasar, karena itu surat resmi. Dan sudah diumumkan di masjid. Ini kan situasi darurat, jadi segala hal yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak itu dikonsultasikan ke gugus tugas, bila perlu dilaporkan ke Wali Kota sebelum ambil langkah, karena sudah dilarang orang berkerumun, tapi justru ajak orang untuk buat tolak bala itu maksudnya bagaimana,” ungkapnya.

Terpisah Pj. Sekda Kota Ternate Thamrin Alwi dikonfirmasi mengatakan, dalam menghadapi 1 Ramadhan, maka dengan dasar itu diarahkan untuk lakukan pembacaan nifsyu syaban dan sekaligus pembacaan doa tolak bala dalam menghadapi corona. “ Jadi itu maksudnya meskipun dalam masjid di atur jarak cuman itu tidak dituangkan dalam edaran,” jelasnya.

Dia mengaku, kalau di edaran itu tidak dituangkan jarak per orang, tapi disosialisasi sudah disampaikan untuk menghindari berkerumun. “Tapi bukan edaran tadi kemudian kita berkumpul dengan jumlah banyak, tidak, tapi maksudnya pengurus masjid saja bukan melibatkan masyarakat keseluruhan,” ungkapnya. Lanjut dia, dalam edaran disebutkan melibatkan masyarakat itu dengan maksud mengajak masyarakat untuk membaca doa di rumah. “Bukan melibatkan masyarakat secara langsung di masjid, tapi diajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembacaan doa menghadapi ramadhan di rumah masing-masing,” tegasnya.(cim)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "LSM Rorano Tolak Tahlilan di Masjid"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*