TOBELO – Peristiwa gantung diri kembali terjadi di wilayah Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Utara (Halut) dengan korban berinisial FM alias Felix (19 tahun), yang bekerja sebagai petani dengan alamat desa Bido, Kabupaten Morotai.
Kejadian ini terjadi di Desa Kusuri, Dusun Togihoro, Kecamatan Tobelo Barat pada Senin (07/06/2022) sekitar pukul 13.30 Wit usai memanen jagung di kebun.
Kasi Humas Polres Halut Iptu. Kolombus Goduru menjelaskan, korban saat ini beralamat sementara di desa Kusuri, Dusun Togihoro, Kecamatan Tobelo Barat. Kejadian ini disampaikan kepada Babinkamtibmas Desa Kusuri Bripka Etmon Sariwating melalui telpon dari Kepala Desa Kusuri, bahwa telah ditemukan seoarang gantung diri di sebuah rumah kebun.
“Saat mendapat laporan sekitar pukul 13.40 Wit, Babinkamtibmas desa Kusuri Sektor Tobelo Selatan langsung mendatangi rumah kebun, dan benar didapati posisi korban masih dalam keadaan tergantung di dalam ruangan dapur rumah kebun dengan posisi kaki terlipat, dan terikat sebuah tali warna biru ukuran tali kurang lebih dua meter terlilit di bagian leher.
“Saat itu juga diduga korban sudah meninggal dunia, sehingga bersama warga melepaskan tali ikatan pada bagian leher kemudian korban di bawah ke rumah di dusun Togihoro Desa Kusuri,” jelasnya.
Dijelaskannya, berdasarkan keterangan yang di peroleh dari para saksi, korban keluar dari rumah kebun pada hari Senin (07/06/2022) bersama dengan teman-teman pekerja untuk memetik jagung sekitar pukul 09.00 wit, dan pada pukul 11.00 wit, korban meminta pamit ke teman-teman kerja untuk beristirahat terlebih dahulu dikarenakan korban beralasan kurang enak badan.
“Pada pukul 13.30 wit, saat teman-teman korban pulang untuk beristirahat di rumah kebun itu, tiba-tiba didapati korban telah mengantung diri, sehingga teman-teman korban melaporkan kepada Kepala Desa Kusuri, kemudian dilaporkan ke anggota Babinkamtibmas Kusuri,” jelasnya.
“Polisi telah memintai keterangan dari teman teman korban diantaranya Hengky (57 tahun) yang beralamat desa Wosia, Kristovel (21 tahun) dan Hengki (39 tahun) yang beralamat desa Bido,” imbuhnya.
Sementara itu, dengan adanya kejadian tersebut keluarga mengiklaskan kematian korban dan tidak mempermasalahkan kepada siapa pun dan menolak jenasah korban untuk diautopsi. Sedangkan penyebab korban gantung diri masih didalami oleh penyidik. “Polisi sudah menerima laporan dan terjun ke TKP, serta telah memintai keterangan dari para saksi,” tutupnya. (fer)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

