TERNATE – Proses pencarian korban tenggelamnya KM Cahaya Arafah di perairan Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, Halmahera Selatan, Selasa (19/7/2022) siang tadi sempat tunda lantaran warga melakukan pelemparan kapal Sar Pandu Dewanata.
Sebuah video amatir berduari 2.51 menit yang diterima Fajar Malut memperlihatkan adanya aksi sejumlah warga yang mengamuk dan melempari kapal tersebut. Akibatnya, KN Pandu Dewanata milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate berkecepatan penuh terpaksa meninggalkan dermaga Desa Tokaka lantaran menghindari adanya korban jiwa.
Diduga aksi pelemparan tersebut karena warga kesal dengan lambanya aksi pencarian korban tenggelamnya KM Cahaya Arafah di wilayah perairan Tokaka.
Warga awalnya meminta proses pencarian dilakukan dengan cara penyelaman dasar laut untuk memastikan adanya korban lain yang diduga tenggelam bersama bangkai kapal di perairan tersebut. Namun permintaan tersebut belum bisa dijalankan karena protap Tim Sar adalah melakukan evaluasi lokasi kedalaman laut sembari menunggu dropping peralatan selam dari Bacan, Ibukota Halmahera Selatan.
Meski begitu, Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman memastikan operasi pencarian 13 penumpang KM Cahaya Arafah tetap dilaksanakan. Saat ini tim Sar Ternate juga sedang menuju ke lokasi tenggelamnya kapal dengan membawa alat Aua Eye, atau alat untuk mendeteksi keberadaan korban di dasar laut.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

