JAILOLO – Pekerjaan bahu jalan di seputaran wilayah Kecamatan Jailolo, Kabupaten Badan terkesan asal jadi alias amburadul. CV. Labrosko selaku pemenang tender yang mengerjakan proyek tersebut sepertinya sekadar hanya menggugurkan kewajiban.
Betapa tidak, bahu jalan yang sudah digali, kemudian dipadati dengan pecahan batu kerikil justru menimbulkan kerusakan beberapa titik di ruas jalan.
Amatan Fajar Malut, di lokasi pekerjaan bahu jalan tepatnya di Desa Hatebicara itu terlihat satu unit alat berat eksavator Komatsu PC 78 berlalulalang di atas jalan raya mendorong pecahan kerikil ke tepi badan jalan. Hal itu membuat beberapa titik aspal mengalami kerusakan akibat dilindas Eksavator.
Operator alat berat yang enggan disebutkan namanya ketika disembangi enggan berkomentar. Ia hanya menyebut bahwa pekerjaan untuk pelebaran jalan itu dikerjakan oleh CV Labrosko. “Pekerjaan untuk pelebaran jalan oleh CV Labrosko,” singkat, Rabu (14/9/2022).
Warga setempat pekerjaan bahu jalan berdampak pada kerusakan jalan. Sebab, penimbunan yang bahu jalan seharusnya tidak menggunakan alat eksavator, melainkan penggilas atau alat pemberat seperti Tandem Roller atau Wals agar tidak berpengaruh dibadan jalan raya.
“Kalu mau timbun badan jalan yang sudah gali untuk pelebaran jalan menggunakan alat skop saja, karena itu hanya untuk ditimbunan, nanti alat wals lindas. Kalau seperti itu buat bahu jalan, tetapi jalan raya rusak jadi sama saja,” kata salah satu warga Desa Hatebicara tak mau dikorankan namanya.
Warga menyayangkan, meski pekerjaan menggunakan alat excavator untuk pemerataan material penimbunan, seharusnya pihak pengawas lebih jeli agar tidak berpengaruh pada jalan.
“Kalau alasannya untuk meratakan kerikil agar kerjanya lebih cepat, maka seharusnya pengawas berpikir bagaimana cara agar jalan jangan rusak setidaknya roda Wals dialaskan papan,” tandasnya. (ais)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

