TIDORE – Akses masuk ke Kota Tidore Kepulauan akan ditutup selama 14 hari sebelum dan sesudah lebaran. Penutupan dimulai pada tanggal 14 – 27 Mei tahun 2020.
Hal ini berdasarkan hasil Rapat tim gugus Kota Tidore Kepulauan, dimana ada beberapa hal penting yang telah diambil diantaranya salah satunya adalah pemerintah daerah kota Tidore kepulauan memutuskan penutupan wilayah di Kota Tidore Kepulauan selama 14 hari.
Penutupan itu terhitung dari tanggal 14 sampai 27 Mei, dan 2020 sebagai konsekuensi dari dampak sosial ekonomi akan dibiayai seluruh kepala keluarga (KK) di Kota Tidore Kepulauan di luar PNS, TNI, Polri Pengusaha dan Pensiunan, Senin (4/5/2020).
Sementara untuk mengatasi dampak dari penutupan akses masuk itu, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran senilai 12 Miliar, yang akan dibagi per kepala keluarga senilai Rp.665.000, dari 18.631 kepala keluarga.
Sekertaris gusus tugas covid – 19 Asrul Sani Soleiman kepada wartawan mengatakan bahwa penutupan tersebut akan disosialisasikan dalam waktu dekat ini sampai pada hari H penutupan,” Mulai besok sosialisasi sudah berjalan ke masyarakat mendahului Perwali yang akan kita sampaikan jadi akan di lewat baliho-baliho maupun di Media-media dan TV kabel,” kata Asrul.
Sementara Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menghimbau kepada tim gugus harus bekerja keras dan melalui pengumpulan data yang akurat sehingga pada saat pembagian bantuan itu kena.
Saat ditanya terkait dengan nasib para motoris speedboad dan motor kayu, pengojek serta bentor, Muhammad kemudian mengatakan bahwa dampak dari penutupan itu ditanggulangi oleh pemerintah daerah itu selama 1 bulan dan ini juga membutuhkan kerjasama masyarakat dan pemerintah.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

