Ketua DPRD Minta Hargai Perjuangan Para Pahlawan

Rusdi A. Im
Rusdi A. Im

“Wange madiadi ahad, ahad madiadi ara, ara madiadi taong, se taong madiadi abad, se abad adi madodogo, yang artinya hari berganti minggu,  minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tahun pun berganti abad, dan abad pun terus bertambah, dan Ternate saat ini telah berusia lebih dari tujuh abad, memasuki usianya yang ke-774 tahun,” demikian dikatakan Ketua DPRD Kota Ternate Rusdi A. Im, saat membacakan sambutan pimpinan DPRD di paripurna istimewa Hari Jadi Ternate, pada Minggu (29/12/2024).
 
Paripurna istimewa Hari Jadi Ternate yang ke 774 ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Amin Subuh, yang dihadiri Wali Kota Ternate, Forkopimda, anggota DPRD Kota Ternate, Ketua TP-PKK Kota Ternate, Sekda Kota Ternate, Sekretaris DPRD dan pimpinan OPD, Camat serta Lurah.
 
Rusdi mengatakan, di perjalanan usianya yang begitu panjang, tentu saja, Ternate diperhadapkan dengan berbagai pergulatan kemajuan sekaligus tantanggan, sesuai dinamika perkembangan zaman dalam kehidpan sosial masyarakat baik ditingkat regional, nasional, maupun global. Para pendahulu daerah ini (The Faunding Father).

Kata dia, telah memiliki kemampuan berfikir dan pandangan yang jauh kedepan, memiliki visi yang luar biasa, seakan mereka telah membaca tanda-tanda perubahan zaman. Sehinggga mereka meletakan pondasi atau dasar-dasar perikehidupan, dalam pergaulan hidup bermasayatakat, baik itu menyangkut keyakinan beragama, moral, etika, sikap dan perilaku, kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dituangkan dalam 7 (tujuh) sistem nilai dasar kesultanan Ternate yang disebut “ kie se Gam, Magugu Matiti Tomdi”
 
Ketujuh nilai dasar itu adalah adat se atorang ( adat dan aturan), istiadat se kabasarang (rasa mengharagai terhadap pemimpin/kebiasaan menjalankan aktivitas religious), gaib se lakuidi (hak asal usul dan hak asasi dan kedudukan / ketetapan Tuhan), cing se cingare, (Kepatuhan dan kedisiplinan / Pengawasan Tuhan terhadap manusi),  bobaso se rasai (kasih sayang), ngale se cara (tata cara dan aturan dari Tuhan untuk manausia), dan sere se duniru (menjalankan perintah dan menjauhkan larangan Tuhan).
 
“Ketujuh nilai dasar kesultanan Ternate, sebagaimana yang dijelaskan, telah terpatri dalam setiap jiwa dan semangat Masyarakat Ternate, sampai generasi gen Z saat ini, sehingga Masyarakat Ternate selalu mampu hidup bersama dan perdampingan dengan agama, budaya, adat, serta suku manapun, yang sampai saat ini dibuktikan dengan kehadiran secara alamiah kampung arab, kampung cina, dan kampung sarani,” jelasnya

Lanjutnya. “Tidak hanya itu, beberapa wilayah diberi penamaan menggunakan nama dari beberapa daerah di Indonesia seperti kampung makasar, salero, santiong dan Fala Jawa, bahkan Gereja Katolik yang telah berdiri sejak lama, menjadi indikasi bahwa betapa keragaman dan toleransi itu telah tumbuh demikian subur, jauh sebelum keberadaan Bangsa Indonesia. Dari sisi pemerintahan, Ternate menjadi pusat pemerintahan di daerah Moloku Kie raha kala itu, demikian juga dibidang perdagangan, Ternate menjadi pusat perhatian dan perdangan dunia, dimana Ternate, mampu bekerja sama dengan bangsa lain seperti Bangsa Cina, Arab dan portugis,” sambung dia.
 
Selain tujuh nilai dasar Masyarakat Ternate, kata Rusdi, sejarah perjuangan dunia, juga telah mencatat dengan tinta yang tak pernah pudar, tentang jiwa kepahlawanan dan semangat patriotisme para (The Faunding Father) kala itu, bahwa Ternate atau Kiye Gapi mencapai puncak kejayaan dibawah kepimpinan Sultan Baabullah, dimana pada tanggal 29 Desember 1575, merupakan hari kemenangan Sultan Babullah dan pasukannya atas Portugis yang ditandai dengan diusirnya Portugis dari Benteng Gamlamo.
 
Momentum ini kemudian dijadikan sebagai tonggak kebangkitan semangat patriotisme dan indentitas diri masyarakat Ternate, hal ini dapat dicapai karena selalu mengutamakan kebersamaan  dalam perjuangan, sehingga kemenangan dapat diraih.  Begitu juga  pada  tahun 1250 sebagai tahun lahirnya Ternate, tahun inilah sebagai awal dari proses menuju berdirinya Kota SAMPALO sebagai Ibu Kota Ternate tempo dulu.

Berdirinya SAMPALO didahului dengan migrasi peradaban masyarakat Ternate dari kawasan Tabona dengan MOMOLE GUNA ke lereng FORAMADIYAHI dengan MOMOLE MATITI, hingga kemudian mendirikan Kota SAMPALO yang dipimpin Momole Chicho dengan gelar Baab Mashur Malamo.
 
“Dari penggalan perjalanan Sejarah Ternate, sebagaimana telah kami jelaskan, kini telah mengalami pergeseran nilai budaya, sikap dan perilaku Masyarakat Ternate, sebagai Konsekuensi logis dari peradaban perkembangan manusia, apalagi di era digitalisasi saat ini, yang mampu menembus ruang dan waktu. Karena memang, disetiap perjalanan waktu, pasti ada perubahan zaman dengan tantangannya masing-masing, dan itu adalah sebuah kepastian yang terproses secara alamiah,” terangnya.
 
Menurut dia, tema yang di usung Hari Jadi Ternate (HJT) ke – 774, adalah “ TERNATE BERBENAH ”. Tema ini sangat tepat dengan kondisi masyarakat Ternate saat ini. Tema ini untuk merefleksi, perjalanan peradaban Masyarakat Ternate, pada masa-masa keemasannya. Waktu boleh terus berjalan sesuai peredarannya, zaman terus perubah, teknologi berkembang sesuai masanya, pola pikir, sikap dan perilaku serta perikehidupan bermasayarakat dan berbangsa mengikuti  kemajuan zaman saat ini.
 
“Namun, kita semua harus berusaha dan saling bersinergis untuk membenah, dan mengambalikan masyarakat pada pondasi awal peletakan dasar Masyarakat Ternate yang Sejahtera, bermoral, religius, berbudaya yang terikat dalam adat se-atorang,” ucapnya.

Kata dia “Agar Masyarakat kita selalu eksist ditengah pergulatan kemajuan zaman, tanpa meninggalkan ciri khas masyatakat Ternate yang berpegang teguh pada adat se-atorang. Hal ini sesuai dengan Visi Kota Ternate, yaitu  Mewujudkan Kota Ternate yang Mandiri dan berkeadilan (Ternate Andalan).  yang kemudian di break down kedalam Misi. Salah satu Misi, untuk mencapai Visi Ternate tersebut, adalah  Menumbuh-kembangkan Kelembagaan Sosial Ternate dalam bingkai 7 (tujuh) Nilai Dasar Kesultanan Ternate,  “ kie se Gam, Magugu Matiti Tomdi ”  sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, yang selanjutnya akan didorong untuk dimasukan dalam RPJMD Kota Ternate,” tambah Rusdi.
 
Diakhir sambutan di menyebut, DPRD Kota Ternate mengapresiasi berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh pemerintah Kota Ternate saat ini, dibawah kepemimpinan saudara Dr. M. TAUHID SOELEMAN, M.Si, dengan berbagai kebijakannya yang berpihak pada masyarakat, terutama kebijakan yang berkaitan bantuan sosial dan peningkatan kesejahteraan melalui program peningkatan UMKM.
 
“Meskpun demikian, ada catatan-catatan penting yang patut menjadi perhatian semua pihak, baik Pemerintah, DPRD dan terutama  masyarakat Kota Ternate, yakni tentang kebersihan Kota Ternate.  Karena meskipun pemerintah telah berusaha dengan berbagai program dan kegiatan serta pengawasan dari DPRD yang ketat, terkait pengolahan sampah, tetapi jika tidak ada kesadaran dan kemandirian dari masyarakat untuk mengelolah sampah keluarganya, akan sangat sulit. Karena kebersihan bukan masalah pemerintah atau DPRD semata, tetapi kebersihan adalah milik semua masyarakat Kota Ternate. Untuk itu, mari kita saling bersinergis, kolaborasi dan kerja sama untuk membangun Kota Ternate, yang lebih bersih dan asri. Karena kebersihan itu sebagian dari iman kita,” ungkapnya.
 
DPRD Kota Ternate periode masa Jabatan 2024-2029 lanjut Rusdi, secara jujur, belum banyak berbuat untuk masyarakat Kota Ternate, karena baru bertugas lebih dari (dua) bulan, namun demikian, Kedepannya DPRD akan tetap concern memaksimalkan tugas-tugas untuk kepentingan masyarakat dan daerah yang dicintai.
 
“Karena itu,  berbagai saran, koreksi dan kritikan maupun catatan-catan kritis dari Masyarakat, selalu kami respons dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk masukan dan sikap kebersamaan yang bijak dari public terhadap lembaga ini, untuk saling mengingatkan, demi perbaikan dan kemajuan lembaga ini maupun kemajuan dan kejayaan Kota Ternate yang insa Allah lebih baik, sebagaimana yang selalu di ikhtiarkan oleh leluhur kita melalui filosofis “rubu-rubu rame-rame, moro-moro fo maku ise, mariomoi ngone futuru,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait