SANANA – Akhirnya delapan keluarga yang keluarganya terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), menerima untuk diisolasi di SMP Negeri 1 Sanana. Sebelumnya, ketika mendengar hasil pemeriksaan pada Sabtu (6/6), pihak keluarga bersikeras menolak untuk dijemput oleh petugas Covid-19 Kepsul. Mereka ingin lakukan isolasi sendiri di salah satu rumah yang telah disediakan di Desa Fofi.
Hingga Senin (8/6), Kapolres Kepsul, AKBP M. Irvan, Dandim 1510/Sanana, Letkol Inf. Karona Sosilo beserta sejumlah personil dan petugas dari Covid-19 Kepsul mendatangi salah satu rumah warga yang terpapar virus corona. Akan tetapi dalam penjemputan itu, sejumlah keluarga maupun warga sekitar tetap menolak untuk dijemput. Kemudian pada pukul 01 siang, orang nomor satu Polres Kepsul itu menarik semua pasukan dan petugas untuk melakukan sholat dan makan siang. Pada kesempatan itu juga, Kapolres meminta kepada pihak keluarga yang terpapar virus itu untuk melakukan mediasi di ruang pertemuan Polres Kepsul.
Memasuki pukul 14.00 Wit, sejumlah keluarga dan masyarakat ramai-ramai datang ke Polres. Namun, hanya beberapa orang saja yang bisa diijinkan masuk untuk melakukan pertemuan. Masyarakat maupun keluarga lain yang tidak diijinkan masuk itu sempat teriak-teriak di depan Polres.
Pertemuan itu, terbilang cukup lama. Sebab mulai dari pukul 02 siang hingga menjelang magrib. Akhirnya pertemuan beberapa jam itu mendapatkan hasil, yaitu bersepakat untuk diisolasi di SMP Negeri Sanana.
“Saya sudah meminta secara baik-baik kepada petugas agar mereka yang dinyatakan positif itu dirawat di rumah saya. Saya telah hibahkan rumah saya untuk dijadikan tempat isolasi. Tetapi permintaan itu tidak diindahkan. Jadi tetap dikarantina di SMP 1 Sanana,” kata Jaidun, salah satu keluarga yang terpapar virus corona, usai melakukan pertemuan di Polres Kepsul.
Kapolres Kepsul, AKBP M. Irvan mengatakan, mereka telah selesai melakukan pertemuan dengan keluarga pasien maupun petugas Covid-19 Kepsul. Jadi, kesepakatannya itu pasien virus akan diantar sendiri oleh keluarganya. “Mereka pihak keluarga yang nanti antar sendiri ke tempat isolasi,” katanya.
Tentu, lanjutnya, pihak keluarga juga meminta agar dalam penanganan ini ke depan akan lebih baik lagi. “ Jadi, dalam waktu dekat mereka yang positif itu akan dilakukan swab dan dikirim lagi untuk pemeriksaan selanjutnya,” ucap Irvan. Informasi yang diperoleh media ini, keluhan dari beberapa pasien yang sudah sembuh itu bahwa di tempat isolasi yang mereka tinggal hampir 1 bulan itu tidak begitu nyaman, sebab banyak nyamuk, mahluk gaib, dan kekurangan air.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

