Capaian Retribusi Pemkot Ternate 2019 Menukik

Penyerahan LPP APBD

TERNATE – Pendapatan daerah tahun anggaran 2019 terealisasi sebesar 93,38 persen dari target sebesar Rp.1.050.275.211.000 atau sebesar Rp. 980.725.838.061,12. sedangkan capaian PAD sampai akhir tahun sebesar 97,77 persen atau sebesar Rp. 105.903.491.250.12, dari target sebesar Rp. 108.316.480.000, dan yang paling rendah yakni sektor retribusi, hanya terealisasi Rp.18.048.954.310.75 atau 42,04 persen sedangkan tertinggi pajak daerah sebesar Rp. 57.996.842.888 atau 105,53 persen. 

Hal ini disampaikan Walikota Ternate Burhan Abdurahman saat paripurna penyampaian LPP APBD yang dilakukan melalui video conference, Rabu (29/7).

Walikota dalam penyampaiannya mengatakan, pada aspek keuangan dan realisasi program/kegiatan dalam rangka memperkuat struktur APBD Kota Ternate, Pemkot terus memantapkan berbagai upaya peningkatan pendapatan daerah, dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap kapasitas perekonomian daerah. Di tahun 2019 telah dilakukan upaya peningkatan pendapatan daerah, baik PAD, maupun lain-lain pendapatan daerah.

Selain itu, kata dia, kinerja pengelolaan keuangan daerah dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan dipertahankannya opini WTP dari BPK atas LKPD Pemkot tahun 2019, yang merupakan penghargaan opini WTP keenam kalinya secara berturut-turut, dan Pemkot juga meraih peringkat 1 terbaik dalam tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan. Hal itu bagi dia merupakan kado terakhir di masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota.

Menurut walikota, upaya peningkatan penerimaan retribusi daerah diarahkan terhadap objek retribusi yang memiliki potensi untuk dikembangkan antara lain retribusi pasar, retribusi persampahan serta retribusi izin mendirikan bangunan. Dari berbagai upaya Intensifikasi dan Ekstensifikasi sumber pendapatan daerah tersebut telah menghasilkan pendapatan daerah, yaitu dari target sebesar Rp.1.050.275.211.000,- telah dapat direalisasikan sebesar Rp. 980.725.838.061,12,-  atau 93,38 persen.

“Tahun 2019 target PAD sebesar Rp. 108.316.480.000, mampu terealisasi sebesar Rp. 105.903.491.250.12, atau sebesar 97,77 persen. Realisasi PAD ini terdiri dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp. 57.996.842.888, atau 105,53 persen, retribusi daerah sebesar Rp.18.048.954.310.75,- atau sebesar  42,04 persen, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 28.650.909.695,37, atau sebesar  48,27 persen dan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar  Rp. 1.206.784.356, atau sebesar 48,27 persen,” jelas dia.

Menurut dia, dana transfer pada tahun 2019 ditargetkan sebesar  Rp. 923.812.131.000, terealisasi sebesar Rp. 874.822.346.811 atau 94,70 persen. “ Realisasi penerimaan ini adalah merupakan kontribusi dari penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, DAU, DAK dan Dana Penyesuaian. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 18.146.600.000,” ucapnya.

Untuk belanja daerah dialokasikan pada tahun 2019 mencapai Rp. 1.079.462.101.200, realisasinya mencapai Rp. 973.708.221.990.88 atau sebesar 90,20 persen yang terdiri dari realisasi belanja operasi mencapai Rp. 740.775.272.170.13, atau 93,71 persen dari rencana anggaran sebesar Rp.790.539.208.594, dan realisasi belanja modal yang terdiri dari realisasi program/kegiatan OPD tahun 2019 mencapai Rp. 227.983.098.820.75 atau 80,44 persen dari rencana anggaran sebesar Rp. 283.422.892.606. “Pada tahun 2019 sudah tercatat sebanyak 206 program dan 1.928 kegiatan dengan masing-masing program dan kegiatan,” tandasnya.

Untuk belanja bantuan hibah selama tahun 2019 kata Walikota, sebesar Rp. 20.253.350.000, dan realisasi Rp. 19.829.980.000, atau 97,91 persen. Sedangkan untuk belanja sosial mencapai Rp. 12.315.084.920,- realisasi Rp. 11.883.758.020,- atau 96,50 persen. Untuk belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp. 5.500.000.000, direalisasikan Rp. 4.949.851.000 atau 90,00 persen. Selain itu berkaitan dengan Pembiayaan lanjutnya, penerimaan pembiayaan daerah realisasinya sebesar Rp. 8.162.407.839,08. yang berasal dari penggunaan sisa lebih tahun lalu. Sementara pengeluaran pembiayaan daerah realisasi Rp. 5.000.000.000, dari rencana anggaran Rp. 5.000.000.000 atau 100 persen yang diperuntukkan bagi PT. Holding Company sebesar Rp. 5.000.000.000.(cim)

Berita Terkait