SANANA – Penumpang tujuan Ternate dan Ambon mengeluhkan pelayanan kartu kuning di pelabuhan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Selasa (18/8). Penumpang menganggap, pelayanan kartu kuning ini harusnya dilakukan sebelum keberangkatan, supaya tidak terjadi antrian panjang dan kerumunan.
Buktinya, pelayanan kartu kuning dilakukan setelah penumpang sudah siap untuk naik ke atas kapal. Penumpang menilai, petugas pembuat kartu kuning sendiri yang menciptakan kerumunan di tengah Covid-19.
Dari pantauan media ini, hingga pukul 18, penumpang masih antri untuk mendapatkan kartu kuning. Di saat pengurusan, penumpang harus melakukan pemeriksaan suhu badan untuk mendapatkan kartu kuning. Sejumlah penumpang terlihat begitu panik setelah mendengar peringatan dari kapal.
Pada hari ini, ada dua kapal yang masuk di pelabuhan Sanana dengan tujuan Ternate dan Ambon. Dari dua kapal itu, jumlah penumpangnya lebih dari 100 orang. Sementara petugas yang layani penumpang sebanyak itu hanya 3 orang saja, stempel yang mereka gunakan hanya satu buah. akibatnya, petugas harus melayani penumpang yang kapalnya keluar lebih dulu.
“Iya, saya mau berangkat ke Ambon. Tapi kami antri dari tadi. Petugas yang melayani kami sebanyak ini hanya 3 orang. Terus stempel yang mereka gunakan hanya 1 buah. Jadi tidak bisa layani penumpang yang tujuan Ambon dan Ternate secara bersamaan,” kata Lut, penumpang tujuan Ambon saat ditemui awak media di ruang tunggu.
Lut mengatakan, harusnya di tengah pandemi seperti ini pelayanannya lebih maksimal. Artinya, sebelum keberangkatan itu petugas sudah siap di tempat agar penumpang dapat mengurusnya dengan cepat. “ Kalau mau berangkat baru melakuan pelayanan, maka sudah pasti akan terjadi kerumunan. Apalagi sekarang ada dua kapal sekaligus. Parah,” keluhnya.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

