Akademisi : Kesibukan Anggota DPRD Morotai Hanya Tukar Tambah Kepentingan

“Sangat disayangkan dua kelembagaan ini yang selama ini tidak harmonis. Jadi saya menilai bahwa apa yang dilakukan oleh anggota DPR itu, sebetulnya sudah terlambat,” timpalnya. 

Dengan apa yang dilakukan DPRD hari ini, bagi Parto, wajar jika publik menilai itu hanya sebuah sensasi menjelang masa akhir jabatan para Wakil Rakyat tersebut. 

“Wajar kalau publik menilai ini mereka hanya buat sensasi. Karena yang terlihat ini akhirnya juga akan soal tukar tambah,” kesal Parto.  Secara pribadi ia mengaku, tidak lagi menghendaki ke 20 anggota DPRD tersebut harus terpilih lagi di Pileg 2024 mendatang. 

“Saya sudah tidak menghendaki sebetulnya 20 anggota DPRD ini terpilih lagi, ini menurut saya. Karena mereka gagal menjalankan fungsi-fungsi stabilitas,” katanya. 

“Sebagai rakyat saya bisa punya pandangan dan pendapat seperti itu. Karena saya punya indikator kinerja mereka selama ini, tapi karena ini proses politik. Tentu pasar politik menentukan, artinya rakyat Morotai menentukan. Tapi kalau secara akademis, saya lihat mereka sebetulnya sudah gagal, tidak mesti lagi ada di lembaga DPRD,” pungkasnya. 

Pewarta : Muhammad Rifai
Editor  : Erwin Egga