Aqshan menambahkan, kecepatan perusahaan dalam melakukan intervensi pascakejadian memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pemulihan lingkungan.
“Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin kecil area persebaran sedimen dan semakin cepat pula proses pemulihan ekologis dapat berlangsung,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Aqshan menilai penggunaan geotube sebagai sarana pengendalian sedimen merupakan metode yang efektif dan telah banyak digunakan dalam berbagai proyek pengelolaan lingkungan.
“Geotube sangat efektif sebagai metode dewatering. Material permeabelnya mampu menahan partikel padat atau sedimen secara maksimal, sementara air yang telah terfiltrasi dapat mengalir keluar dengan lebih bersih,” terangnya.
Selain itu, pemasangan geotekstil dan program stabilisasi lereng juga dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Menurutnya, geotekstil berfungsi melindungi permukaan tanah dari erosi serta meningkatkan stabilitas lereng terhadap gerusan akibat hujan berintensitas tinggi.
