Ia juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul sedimentasi, sistem drainase, dan infrastruktur pengendalian limpasan air merupakan praktik yang lazim dan menjadi bagian dari Best Management Practices (BMP) dalam pengelolaan lingkungan industri modern.
“Kombinasi tanggul sedimentasi, drainase, dan geotube merupakan pendekatan berlapis yang diakui secara ilmiah sangat efektif dalam mengendalikan sedimen dalam jumlah besar,” ujarnya.
Dalam proses rehabilitasi lingkungan, Aqshan menyebut terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan perusahaan, mulai dari asesmen kerusakan awal, pembersihan sedimen, stabilisasi area sumber erosi, restorasi vegetasi, hingga monitoring berkala kualitas lingkungan.
Menurutnya, pemantauan kualitas air menjadi aspek yang sangat vital untuk memastikan kondisi perairan kembali memenuhi baku mutu lingkungan.
“Monitoring kualitas air secara berkala merupakan alat ukur objektif untuk memastikan parameter seperti tingkat kekeruhan dan Total Suspended Solids (TSS) kembali normal,” katanya.
Aqshan juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah sebagai regulator dan verifikator independen dalam mengawasi proses pemulihan lingkungan. Di sisi lain, pelibatan masyarakat lokal dinilai mampu memperkuat efektivitas rehabilitasi sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.
