Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menekankan, Tidore sebagai Kota Santri harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita menyebut Tidore sebagai Kota Santri, maka nilai-nilai kesantrian itu harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. ada nilai ibadah, disiplin, kesantunan, gotong royong, kepedulian, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama. Karena itu, momentum hari Jumat harus kita manfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai tersebut,” ungkapnya.
Walikota mengatakan, pemerintah ingin membangun keseimbangan antara aktivitas pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, aktivitas sosial dan kehidupan keagamaan.
“Kita tidak sedang menghentikan kehidupan masyarakat. Kita sedang memberikan ruang agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Kita ingin aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat berjalan seimbang dengan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi karakter Tidore,” Jelasnya.
Walikota juga mengajak seluruh masyarakat menyambut penerapan kebijakan tersebut dengan kesadaran dan semangat kebersamaan.