Bupati Ikram menegaskan, formula pengelolaan APBD Halmahera Tengah diarahkan untuk menjaga ketahanan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk menekan angka kemiskinan daerah, melalui sejumlah kebijakan seperti :
Insentif bagi ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, janda, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu. Insentif bagi imam dan pendeta. Beasiswa gratis untuk jenjang perguruan tinggi. Pembangunan rumah layak huni.
Layanan kesehatan gratis. Santunan duka kematian. Pendidikan gratis jenjang SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan seragam, sepatu, dan topi setiap tahun.
Khusus untuk beasiswa perguruan tinggi, program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga ASN Pemda Halmahera Tengah pemegang KTP setempat sebagai bagian dari peningkatan sumber daya manusia aparatur.
Anggaran beasiswa tercatat naik dari Rp19 miliar (APBD 2025) menjadi Rp21 miliar (APBD Perubahan 2025), lalu Rp31 miliar (APBD 2026) hingga Rp35 miliar (APBD Perubahan 2026), menjangkau 4.290 mahasiswa.