Dasril Buka Borok Pansus RSUD Jailolo, Erland  Bantah

“Pansus seharusnya fokus pada penelusuran pengelolaan anggaran, bukan sekadar mendengar keluhan manajemen soal fasilitas dan SDM,” tegasnya.

Dasril juga menyoroti belanja barang dan jasa serta belanja modal RSUD Jailolo yang dinilai perlu dijelaskan secara rinci oleh direktur rumah sakit. Ia menyebut terdapat sejumlah pos anggaran yang perlu ditelusuri karena dinilai tidak rasional dari tahun ke tahun berdasarkan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).

Selain itu, Dasril menyinggung adanya kegiatan yang bersifat seremonial serta indikasi tumpang tindih pembayaran yang dinilai tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang. “Belanja-belanja tersebut harus ditelusuri hingga tahap pembuktian, termasuk melalui pengecekan fisik di lapangan,” jelasnya.

Dasril juga mengkritik hasil inspeksi mendadak atau sidak Pansus terkait ketersediaan obat di RSUD Jailolo. Ia menilai klaim stok obat dalam kondisi aman tidak dapat disampaikan tanpa data lengkap, baik menyangkut jumlah, jenis, stok tersedia, maupun riwayat kebutuhan obat dari tahun sebelumnya.

“Jika stok obat benar-benar tersedia, pasien tidak seharusnya diarahkan membeli obat di luar rumah sakit,” tegasnya.