Erland juga membantah jika Pansus disebut tidak menaruh perhatian pada persoalan anggaran. Menurutnya, aspek anggaran tetap menjadi salah satu fokus utama Pansus. Sebab, pembentukan Pansus BLUD RSUD Jailolo pada dasarnya bertujuan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap tiga aspek utama.
Erland menyebut, aspek kebijakan, aspek pengelolaan dan penggunaan anggaran, serta aspek pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi perhatian pansus. Sebab, ketiga aspek itu menjadi prioritas kerja Pansus secara menyeluruh dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
“Persoalan pelayanan, ketersediaan obat, sarana prasarana, SDM, hingga tata kelola keuangan merupakan bagian yang saling berkaitan dalam sistem pelayanan rumah sakit,” tegasnya.
Erland menambahkan, Pansus tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi. Pansus, kata dia, berupaya memastikan seluruh aspek dikaji secara objektif, komprehensif, dan berdasarkan data lapangan.
Ia juga menyatakan Pansus terbuka terhadap seluruh masukan, kritik, dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk sesama anggota DPRD. Menurutnya, kritik tersebut dapat menjadi bagian dari kontrol bersama untuk mendorong perbaikan RSUD Jailolo ke arah yang lebih baik. “Sebagai bagian dari kontrol bersama untuk mendorong perbaikan RSUD Jailolo ke arah yang lebih baik,” harap Erland.
