Desakan Usut Anggaran RSUD Jailolo Halbar

RSUD Jailolo

JAILOLO – Polemik pengelolaan anggaran dan kelangkaan obat di RSUD Jailolo terus memantik reaksi publik. Setelah DPRD Halmahera Barat membentuk Panitia Khusus (Pansus), kini giliran Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) mendesak aparat penegak hukum turun tangan mengusut penggunaan anggaran rumah sakit tahun 2024.

Desakan itu disampaikan Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menyusul masih munculnya keluhan masyarakat terkait ketersediaan obat di RSUD Jailolo.

Berdasarkan data pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2024, anggaran belanja obat di RSUD Jailolo tercatat mencapai Rp4,68 miliar. Sementara total belanja BLUD RSUD Jailolo mencapai Rp19,39 miliar dengan pendapatan BPJS sebesar Rp17,3 miliar dan saldo kas BLUD per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,67 miliar,” kata dia.

Namun di tengah besarnya anggaran tersebut, masyarakat disebut masih kesulitan memperoleh obat di rumah sakit daerah itu. Bahkan, pasien kerap diarahkan membeli obat di luar rumah sakit akibat stok yang sering kosong.