Dua orang yang diangkat dan dilantik sebagai kapita Suku Tabaru itu, diantaranya Alm. Hasan Con dan Alm. Jainal Marau yang merupakan ayah dari Wandi Marau.
“Rasa empati yang begitu besar dari orang tua kami yang diangkat langsung oleh Jou Sultan Djafar Syah, mereka tunjukan dengan loyalitas dan pengabdian terhadap kesultanan dan keluarga besar kesultanan Tidore. Tidak berhenti disitu saja, loyalitas dan pengabdian tingkat tinggi pun ditunjukkan oleh orang tua kami ketika setiap momentum politik yang melibatkan keluarga kesultanan,” tuturnya.
Ia melanjutkan, ketika salah satu keluarga kesultanan mengikuti kontestasi Politik Pada Tahun 2019 sebagai calon legislatif di dapil 2, orang tuanya berjuang tanpa pamrih, hal itu didasarkan pada saking cinta dan loyalnya terhadap keluarga kesultanan Tidore.
Namun kecintaan itu, kian pupus setelah adanya ucapan dari Adam Dano, yang merendahkan martabat Sultan, saat berkampanye di Dusun Sukma, Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara.
“Setelah dengar statement ko Adam di satu momen kampanye (blusukan ) di dusun Sukma, saya cukup kecewa ketika ia menyerang sultan Tidore, beda hal ketika beliau menyerang status Husain alting Sjah sebagai Cagub, saya no coment, tetapi yang beliau serang adalah kedudukan kesultanan (otak tra sampe) maka saya secara pribadi sangat kecewa,” pungkasnya.
