Wandi menambahkan, Sultan Djafar Syah atau ayah dari Adam Dano, adalah Jou lamo yang dihormati dan dicintai suku tabaru khususnya di Desa Durian, hal itu dikarenakan loyalitas Suku Tabaru terhadap kesultanan begitu tinggi.
Bahkan tak hanya itu, ketika kejadian perang agama, Kakek Wandi dibunuh, dan pihak Kesultanan kemudian mengeluarkan maklumat untuk melindungi suku tabaru, itu semua karna loyalitas suku tabaru ketika menjadi pasukan khusus memerangi kolonial.
Untuk itu, kata Wandi, sikap Merendahkan Jou lamo, Sultan Husain Alting Sjah, adalah tindakan merendahkan seluruh Keluarga Kesultanan Tidore, beserta para bobato dibawah kepemimpinan Jou Sultan H. Husain Alting Syah.
“Kami suku Tabaru juga masuk dalam perangkat adat kesultanan dibawah Fomanyira Tabaru yang ada di Kelurahan Jai, Kecamatan Tidore Utara, bahkan jere kami juga ada disana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wandi menegaskan bahwa dalam momentum politik, kakaknya telah bersikap mendukung Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2, Samsul Rizal Hasdy dan Adam Dano Djafar alias SAM ADA, merupakan bukti emosional dengan keluarga Kesultanan yang melekat di dalam diri Adam Dano.
