MOROTAI – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Diohor Boleu, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak kekeringan yang mulai mengancam mata pencaharian masyarakat, khususnya petani.
Salah satu langkah yang didorong adalah menetapkan status darurat bencana kekeringan sebagai dasar pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kondisi tersebut.
Desakan itu disampaikan Diohor dalam Rapat Paripurna Penyerahan KUA-PPAS Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (23/9/2026) kemarin, yang dihadiri pimpinan DPRD, Wakil Bupati, dan jajaran OPD.
Djohor mengatakan, kekeringan saat ini telah memberikan dampak terhadap sektor pertanian masvarakat. la menyebut, di sejumlah desa, puluhan bahkan ratusan tanaman komoditas utama seperti pala dan cengkih mengalami kerusakan hingga mati akibat kekurangan air.
“Karena ini menyangkut dengan bencana, yang namanya bencana itu adalah tanggap darurat. Sesuatu yang urgen yang harus dilakukan segera. Kalau misalkan ini ditunda, maka tanaman masyarakat tetap akan jadi korban secara terus-menerus. Saat ini di tiap-tiap desa saja itu sekitar puluhan bahkan ratusan pohon yang mati,” ujar Djohor.
