Elang Rahim Dan Dinamika Pemerintahan

Tetapi secara personal sebagian anggota fraksi tersebut yang memiliki nurani dan jiwa kenegaraan, mereka berani melakukan perlawanan terhadap keputusan pimpinan mereka dengan cara memilih hadir dalam sidang paripurna sekaligus memberikan dukungan agar APBD itu secepatnya disahkan. Sikap tidak etis yang ditujukan pimpinan partai itu menunjukan ketidak berpihakan kepada rakyat. Padahal esensi APBD itu adalah untuk kepentingan rakyat. Sehingga seharusnya mendapat dukungan dari DPRD sebagai representative rakyat.

Dalam lingkup birokrasi juga demikian banyak masalah yang harus diselesaikan. Kami diperhadapkan dengan dinamika birokrasi seperti disiplin aparatur sipil negara (ASN) yang masih relatif minim, tata kelola keuangan kita selama 10 tahun masih berada pada level disclaimer dan wajar dengan pengecualian (WDP). Sementara kenyataan lainnya realitas pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih dan sarana telekomunikasi masih sangat terbatas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih sangat rendah (baca:  pelayanan pendidikan & kesehatan), dan masih banyak problem pembangunan yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Elang dan Rahim.

Sejujurnya warisan masalah yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya begitu kompleks. Sementara APBD yang ditinggalkan belum seberapa. Tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas serta terobosan inovasi agar masalah yang ada dapat dituntaskan satu persatu. 

Komitmen menghadapi tantangan itu dibuktikan dengan kerja nyata yang dilakukan kami selama 5 tahun menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah. Mulai dengan penataan sistem dan tata kelola keuangan yang baik yang dibuktikan dengan perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 4 tahun berturut-turut. Termasuk menerapkan sistem e-Budgeting yang terintegrasi dengan e-Planning. 

Mengoptimasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. 2023 APBD Halmahera Tengah mencapai 300 miliar. Kalau mereply 5 tahun lalu, realisasi PAD hanya berada di angka 18 miliar sekian. 

Pada sektor pelayanan dasar, Elang-Rahim juga terus melakukan terobosan, mulai dengan membangun 1.625 unit rumah layak huni untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Lalu melakukan penyediaan listrik di seluruh desa sampai ke pelosok terjauh yakni desa Umiyal yang berbatasan dengan Kab. Raja Ampat. Selain itu pembangunan infrastruktur jalan dengan volume 480 kilometer yang tersebar di seluruh wilayah Halmahera Tengah.

Pembangunan drainase dan breakwater dalam kota Weda sehingga kota ini bisa terbebas dari ancaman bencana banjir dan abrasi. Penyediaan jaringan telekomunikasi sudah mencapai 90 persen bisa menjangkau masyarakat Halmahera Tengah. 

Sementara pada sektor pembangunan sumberdaya manusia, saya dan bung Elang mendorong berbagai program dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pengajar, memberi bantuan studi 1.608 mahasiswa, 139 orang Non-PNS untuk pendidikan pasca sarjana, pendidikan doktoral 6 orang, dan 30 orang tenaga kedokteran. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Tengah terus meningkat.