“Dengan didukung peralatan yang canggih dan kemampuan penyidik yang mumpuni, kami punya harapan agar ini bisa terungkap. Jangan menutup-nutupi kasus di tanggal 2 itu, korban Ali Daud,” tegasnya.
Menurut Rais, belum terungkapnya kasus tersebut juga berdampak terhadap rasa aman masyarakat yang bekerja di kebun. “Kalau tidak bisa diungkap, maka efeknya kami bisa simpulkan bahwa kalau kami ke kebun lagi kami takut dibunuh lagi. Jadi masyarakat trauma mau pergi ke kebun sendirian,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Banemo, Hamid Ali, menambahkan bahwa pihaknya tetap menghargai prosedur operasi standar (SOP) aparat kepolisian dalam menangani kasus hukum.
Namun, ia berharap proses penegakan hukum tidak menimbulkan gangguan keamanan baru di tengah masyarakat. “Artinya para pelaku ini warga kami dan kami telah melakukan cara lain. Karena sebelum itu para pelaku ini sudah kami koordinasikan agar jangan ke mana-mana,” katanya.
Hamid mengatakan, para pelaku disebut telah siap bertanggung jawab dan menunggu proses hukum dari kepolisian. Namun, ia mempersoalkan proses penangkapan yang dilakukan pada dini hari.
“Tapi yang terjadi di lapangan, polisi datang tiba-tiba dan menangkap pelaku pada waktu dini hari. Ini yang membuat masyarakat kaget dan merespons dengan spontan,” ujarnya.