Ia juga mempertanyakan pengerahan personel dalam jumlah besar dalam proses penangkapan tersebut. “Kan cuma menangkap delapan orang saja. Harus mengarahkan aparat gabungan begitu banyak dan menguras uang negara yang begitu banyak,” tandasnya.
Hamid mencontohkan dua pelaku yang diserahkan pemerintah desa ke Polres Halteng pada hari yang sama. Menurut dia, proses penyerahan berlangsung normal. “Buktinya dua orang yang hari ini kami antar ke Polres Halteng tidak ada apa-apa dan berjalan normal saja,” katanya.
Karena itu, ia berharap Kapolda Malut dan jajaran Polri mempertimbangkan langkah penanganan perkara agar tidak kembali menimbulkan gesekan di masyarakat. “Kami berharap kepada Kapolda Malut dan petinggi-petinggi Polri agar proses yang dilakukan tidak terjadi gesekan di masyarakat,” tutupnya. (udy)