WEDA – Penjabat Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji (IMS) meracik strategi pembangunan nonfisik daerah yang kini ia jabat betul-betul berjalan dengan baik. Meskipun hanya dua tahun dirinya mengemban amanah hingga tahun 2024, namun dirinya ingin mengubah catatan merah itu menjadi hijau dalam penanganan lima program prioritasnya, yaitu Pengentasan Kemiskinan, Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan UMKM.
Khusus sektor pendidikan dan kesehatan, sejak awal dilantik IMS langsung melakukan blusukan dari desa ke desa untuk mengkroscek langsung angka melek huruf siswa SD dan penanganan stunting. Termasuk problem lainnya. Untuk itu sejak Februari 2023 lalu, IMS memberikan tugas langsung kepada penanggung jawab pendidikan dan Kesehatan di seluruh kecamatan dan desa untuk melakukan penanganan melek huruf dan stunting.
Setelah sebulan memberikan tugas, tepat 9 Maret 2023 kemarin, IMS kembali turun ke Kecamatan Patani untuk menindaklanjuti sejauh mana hasil penanganan melek huruf dan penanganan stunting tersebut. IMS mengumpulkan seluruh kepala puskesmas, dokter, koordinator pendidikan kecamatan, dan para kepala desa serta camat di wilayah Patani (Kecamatan Patani, Kecamatan Patani Barat, Kecamatan Patani Utara dan Kecamatan Patani Timur).
Dalam pertemuan itu IMS meminta laporan pertanggungjawaban masing-masing koordinator desa dan kecamatan (sektor pendidikan dan kesehatan).
“Dalam sebulan ini kalau masih ada siswa yang tidak bisa membaca saya akan evaluasi bapak ibu semuanya, karena pada pertemuan bulan lalu (Februari) saya sudah sampaikan agar segera menuntaskan siswa yang masih melek huruf tersebut,” tegas Ikram.
“Seharusnya dalam jangka waktu satu bulan melakukan penanganan langsung anak-anak sudah harus bisa baca semuanya,” ucapnya lagi.
Asisten Deputi (Asdep) Pengelolaan Perikanan Tangkap, Kemenko Marves itu juga mengatakan, jika dibandingkan belajar matematika dan belajar membaca maka belajar matematika jauh lebih sulit. Akan tetapi selama dua minggu program metode gasing yang dicanangkannya membuahkan hasil yang sangat baik, dimana 90 siswa SD dan 30 guru bisa berhitung cepat.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

