Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Hari Ini Nasib 41 ASN Pemkot Ternate Berakhir - FajarMalut.com

Hari Ini Nasib 41 ASN Pemkot Ternate Berakhir

PNS Pemkot Ternate Saat Ikuti Upacara
PNS Pemkot Ternate Saat Ikuti Upacara

TERNATE – Dari sebelumnya jumlah 42 pegawai yang tidak terdaftar saat pemutakhiran data mandiri (PDM) melalui aplikasi MySAPK, kini menyisakan 41 orang, karena dari 42 orang sebelumnya setelah dilakukan penelusuran, dilaporkan kalau satu orang sudah meninggal atas nama Marten Goraitji tercatat sebagai ASN di Kelurahan Pante Sagu, Kecamatan Batang Dua.

Sementara sisanya yang masih dilakukan penelusuran sampai Kamis (16/12/2021) hari ini, sebanyak 41 orang yang tidak diketahui keberadaannya tapi menerima gaji tiap bulan, sesuai data BKPSDM Ternate diantaranya Abd. Rahman Djilihama di BPBD, Sri Rahayu Chandra pegawai BP2RD, Ratna Hamzah pegawai Bappelitbangda, Nurdiani di Puskesmas Hiri, Sumarayadi Mj Kaolan di Puskesmas Kalumpang, Miranti Makatita di Puskesmas Kota, Firdaus Fabanyo Diknas, Nursida di PAUD Al-Irsyad Al-Islamiyah, Abidin Samsi UPTD Ternate Selatan, Ulfa Rakib di PAUD Gurabala, Samiun Hasan guru SDN 14 Ternate, Rukmyati Rauf Karim SDN 33 Ternate.

Jubaidah Umasangaji SDN 34 Ternate, Jahra Mardjun SDN 49 Ternate, Sumiati Saha SDN 7 Ternate, Fanny Samuda SMP 1, Nadira Zainuddin Salama, Hadiah Rajab dan Anisah Nurdin di SMP 4, Murni Jafat SMP 7 Ternate, Hariyanto Samad Dishub, Djurnalisa Ahmad Dinas Perpustakaan dan Arsip, Mohammad Mahdi Dinas Pertanian, Kartini Kelurahan Bastiong Karance, Nuryati Adam Kelurahan Fitu, Rusdi Mochtar Kelurahan Kalumata, Fifin Abd Rachman Kelurahan Mangga Dua, Arifin dan Moh. Sjaiful di Mangga Dua Utara, Junib Iskandar Alam dan Fataha Abd Rahman kelurahan Tanah Tinggi, Rusdiyanto kelurahan Toboko, Usman Empo Makasar Barat, Yunus Umasangaji Stadion, Muhammad Dahlan Saleh Akehuda, Angriyani Buamona di Salero, Fachria di Sangaji, Rhanto Sabu Sangaji Utara, Nasrin Ahmad kelurahan Tubo, Chalid R. Totou kelurahan Rua, Fatmawati Selay di Bagian Hukum.

Kepala  Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pemberhentian BKPSDM Kota Ternate Nanny Wardhani mengatakan, sampai Rabu (15/12/2021) pegawai yang belum melakukan aktivasi pemutakhiran data mandiri (PDM) pada aplikasi MySAPK sebanyak 41 orang. “Besok (hari ini) baru ditutup periode perpanjangan yang kedua kali, jadi kita menunggu hasil setelah tanggal 16,” katanya, kemarin.

Menurut dia, jika dari 41 orang itu tidak ada yang melakukan aktivasi, maka pihaknya berencana akan memindahkan gaji nya dari OPD masing-masing ke BKPSDM. “Jadi untuk mengetahui ada tidaknya orang ini, maka gajinya kita tarik dulu, kalaupun tidak ada maka kita lakukan pemanggilan,” ucapnya.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya telah menyampaikan ada PDM itu ke seluruh OPD melalui kasubag kepegawaian masing-masing sejak dari Agustus sampai September kemarin. “Nama-nama ini bahkan sudah kita umumkan di grup verifikator seluruh OPD,” jelasnya.

Padahal kata dia, dari aplikasi yang ada tersebut, nantinya dapat diketahui siapa saja yang aktif, sebab nantinya mereka yang namanya masih ada itu tapi kemudian di MySAPK datanya tidak ada bisa dipertanyakan. “Dan mereka ini kami sudah kroscek ke keuangan dan gajinya dibayar, tiap bulan,” ungkapnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan aktivitas kantor 41 orang yang belum melakukan PDM ini, dia menyarankan agar dapat di krosek ke OPD. Karena mereka yang meminta gajinya.

“Kalau tidak melakukan aktivasi PDM melalui aplikasi MySAPK, maka layanan kepegawaian yang bersangkutan tidak bisa di akses atau di tutup, jadi yang bersangkutan tidak bisa naik pangkat kemudian kalau pensiun juga tidak bisa, karena databasenya tidak bisa dibuka sedangkan seluruh layanan harus melalui aplikasi,” jelasnya.

Pihaknya, lanjut Nany masih mencari keberadaan 41 orang ini, sehingga sebagai langkah alternatif mereka harus dipindahkan gajinya ke BKPSDM sebab dengan begitu yang bersangkutan datang melapor ke BKPSDM. “Kalau di OPD orangnya tidak ada, tapi minta gaji, buktinya jalan terus. Kalau ditanya orangnya dimana mereka hanya jawab tidak tahu,” tandasnya.(cim)

Berita Terkait