Ini Penjelasan Terkait DOB Sofifi yang jadi Polemik

itu artinya, masyarakat Oba juga tidak ingin dipisahkan dari Tidore sebagai Kota induk.

Sikap warga Oba ini, menyusul adanya aksi penandatangan petisi terkait dukungan pembentukan DOB, yang digelar oleh sekelompok orang, dengan mengatasnamakan aliansi Majelis Rakyat Kota Sofifi (Markas) baru-baru ini.

“Berbicara DOB, harus jelas design wilayahnya, dan siapa yang memprakarsai usulan itu. Sejauh ini yang kami tau hanya sebatas Markas, namun dokumen resminya tidak pernah disampaikan ke DPRD Tidore,” tuturnya.

Untuk itu, Muhammad Sinen menghimbau, kepada pihak-pihak yang merasa tidak puas, silahkan datang dan berdiskusi tentang masalah ini, ia selalu membuka diri bagi siapa saja, terutama bagi mereka yang tinggal di luar Kota Tidore.

Sebab berbicara DOB Sofifi, bukan saja sekedar Ibu Kota Provinsi, melainkan sebagian wilayah Tidore yang akan dipisahkan secara administratif.

“Wacana DOB ini bagi saya hanya angin lalu, sebab tidak jelas muaranya. Lagipula, di Tahun 2021, pemerintah pusat melalui Menkomarves, bapak Luhut Binsar Panjaitan, sudah menegaskan bahwa untuk Sofifi, itu tidak lagi ada yang namanya DOB, yang ada hanyalah pengembangan kawasan khusus Ibu Kota Sofifi, sehingga kita harus konsisten dengan kesepakatan ini,” tegasnya.