HALTENG – Berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tepat waktu merupakan harapan setiap siswa. Namun, bagi sebagian siswa yang tinggal di Desa Kobe, Sawai Itepo, dan Lukulamo di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), serta Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), harapan tersebut selama ini belum sepenuhnya menjadi kenyataan.
Keterbatasan transportasi dan jauhnya jarak antara rumah dan sekolah membuat banyak siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sering mengalami keterlambatan. Sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan hingga 6 sampai 12 kilometer.
Ekspresi bahagia selalu terlihat ketika ada pengendara yang berhenti dan menawarkan tumpangan. Bagi siswa di Halmahera Timur, jarak tempuh yang jauh memaksa mereka menumpang di kendaraan yang lewat seperti mobil pick up, atau bus Damri milik pemerintah daerah atau juga warga yang melintas.

Sebaliknya, jika tidak ada kendaraan yang bersedia mengantar atau ditumpangi, mereka harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga tiba di sekolah.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah terpaksa memberikan toleransi terhadap keterlambatan siswa, yang dalam beberapa kasus mencapai 30 menit hingga satu jam. Melihat kebutuhan tersebut, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) resmi meluncurkan layanan transportasi sekolah gratis bagi siswa di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur pada Sabtu (11/7) di Kantor Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah.
Program ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan melalui penyediaan layanan antar-jemput yang aman, nyaman, dan lebih teratur bagi para siswa. IWIP menyediakan lima unit bus sekolah berkapasitas 17 dan 24 penumpang untuk melayani siswa di sejumlah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
