Sebelumnya, Inggrit mengaku hampir setiap hari harus menunggu kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Waktu kedatangan kendaraan yang tidak menentu membuatnya sering terlambat mengikuti pelajaran.
“Kadang bisa cepat dapat tumpangan, kadang juga sangat lama. Akibatnya saya sering terlambat sampai di sekolah. Saat pulang juga sama, kadang baru tiba di rumah menjelang sore karena harus menunggu kendaraan yang lewat,” tuturnya.
Kini, dengan adanya layanan bus sekolah, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan terjadwal sehingga para siswa dapat lebih fokus mengikuti proses belajar mengajar tanpa lagi dihantui kekhawatiran soal transportasi.
Deputy Manager External Relation PT IWIP, Fuad Albar, mengatakan program bus sekolah merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan pihak sekolah sehingga keberhasilannya memerlukan dukungan seluruh pihak.
“Bus ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah desa, sekolah, maupun perusahaan. Silahkan sampaikan saran seiring berjalannya program. Keamanan dan keselamatan, termasuk bagi pengemudi, juga menjadi tanggung jawab bersama. Bus ini diperuntukkan khusus bagi siswa dan siswi. Semoga program ini dapat membantu,” ujarnya.
Fuad menambahkan, seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan layanan ke depan.(**)