Di sisi lain, Pansus menyoroti perlunya peningkatan fasilitas pendukung pelayanan medis, termasuk di poli spesialis gigi yang dinilai belum memiliki sarana pemeriksaan yang memadai.
“Nanti kami akan mengusulkan beberapa kebutuhan yang harus dilengkapi, termasuk penerapan resep elektronik di apotek RSUD yang sampai sekarang belum berjalan,” katanya.
Menurut Arianto, sistem resep elektronik penting diterapkan agar petugas apotek dapat langsung berkoordinasi dengan dokter apabila obat yang diresepkan tidak tersedia.
“Kalau resep elektronik berjalan, petugas apotek bisa langsung mengkonfirmasi kepada dokter terkait alternatif obat yang tersedia, terutama untuk obat pasien BPJS,” ujarnya.
Selain persoalan obat dan pelayanan administrasi, Pansus juga menemukan keterbatasan tenaga kesehatan di ruang rawat inap. Jumlah perawat dinilai belum sebanding dengan jumlah pasien yang dirawat.
