Malut Koleksi 34 Ribu Anak Putus Sekolah 

Ilustrasi putus sekolah

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memacu percepatan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Tahun 2026. Program yang digagas untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu kini menyasar sekitar 34 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Langkah percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Rekrutmen Calon Siswa dan Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat yang dipimpin langsung Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Kementerian Sosial RI di Kediaman Wakil Gubernur, eks-Chrysant Ternate, Jumat (29/5/2026).

Rapat yang berlangsung secara luring dan daring itu menjadi momentum penting untuk memastikan target penerimaan siswa baru serta kesiapan infrastruktur Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaran baru.

Dalam arahannya, Sarbin Sehe menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat harus benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan. Karena itu, pemerintah tidak hanya menunggu pendaftaran, tetapi akan turun langsung ke lapangan untuk mencari dan mendata anak-anak yang layak menjadi peserta program.

“Masih banyak anak-anak usia sekolah yang memenuhi syarat tetapi belum masuk dalam sistem pendataan. Mereka harus ditemukan dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat,” tegas Sarbin.