Tidak hanya fokus pada rekrutmen siswa, pemerintah juga terus mengawal pembangunan fisik Sekolah Rakyat. Hingga akhir Mei 2026, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara telah mencapai 54 persen.
Pemprov Maluku Utara bersama Kemensos RI optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai tepat waktu.
Khusus untuk Sekolah Rakyat di Rioribati, Kabupaten Halmahera Barat, strategi rekrutmen akan lebih difokuskan pada wilayah sekitar lokasi sekolah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat sekaligus mempermudah akses siswa terhadap layanan pendidikan.
Melalui percepatan rekrutmen dan pembangunan yang terus dikawal secara intensif, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap Program Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen penting dalam menekan angka putus sekolah, memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, serta menciptakan generasi muda yang lebih berkualitas di masa depan. Program ini juga menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak bangsa.(rl)
