TIDORE – Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Jumati Do Usman kembali mendapat kecaman dari Ketua Komunitas Pedagang Kuliner, Mansur A. Conoras.
Kecaman itu, dikarenakan Sekretaris Dispar Malut telah melakukan pembohongan publik, karena menuduh Ketua Komunitas Pedagang Kuliner, melakukan pungutan kepada tiap-tiap pedagang di Tugulufa, senilai Rp. 50 ribu, untuk pembiayaan transportasi bantuan meja dan kursi yang nantinya diberikan kepada 44 lapak yang dikelola oleh pedagang kuliner di Tugulufa.
“Saya minta agar polisi segera tangkap Pati (Jumati Do Usman, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi), karena yang dia tuduhkan ke saya itu bohong, saya tidak pernah memungut uang sepeserpun dari pedagang, justru dia (Pati) sendiri yang ambil dan makan uang itu. Jadi perlu saya ingatkan ke dia, jangan membangunkan singa yang sedang tidur,” tegas Oya sapaan akrab Mansur A. Conoras saat dikonfirmasi awak media di kedainya yang berada di Tugulufa, Senin, (13/3/23).
Kemarahan Oya terhadap Pati sapaan akrab Jumati Do Usman ini, karena dia merasa sudah berulang kali dibohongi olehnya. Kebohongan pertama, Pati sengaja membenturkan Oya dengan Kepala Pasar Sarimalaha, Andi Abdussalam, mengenai bantuan meja dan kursi.
Dimana menurut Oya, saat itu Kedai Jojobo sedang dalam masalah, sehingga ia memerlukan bantuan Oya untuk bisa mengkomunikasikan hal ini kepada Walikota dan Wakil agar diberi keringanan.
Namun saat bertemu dengan Oya, Pati kemudian mengaku bahwa masalah kedai Jojobo akan berat untuk diselesaikan, karena Kepala Pasar, Andi Abdussalam, telah mengadu kepada Wakil Walikota Tidore, terkait dengan bantuan meja dan Kursi kepada pedagang.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

