Pedagang Minta Polisi Tangkap Sekertaris Dispar Malut

“Tapi setelah dia (Pati) bertemu dengan pak Andi, dia malah putar cerita kalau saya yang bilang ke Pak Wakil soal bantuan Meja dan Kursi. Jadi memang dia sengaja mengadu domba saya dengan pak Andi. Saya tau cerita semua ini karena Pak Andi dengan kebesaran jiwanya mendatangi saya dan meluruskan masalah ini, karena tidak mau jangan sampai terjadi fitnah,” ungkapnya.

Buruknya lagi, Pati dengan beraninya menyeret nama Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim mencatut nama Keluarga Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen, yang nantinya akan mengisi lapak yang disewa oleh Kedai Jojobo.

Bahkan untuk memuluskan agar Kedai Jojobo terus diperpanjang Izinnya, Pati menyogok Pak Oya senilai Rp. 1 Juta Rupiah untuk berkomunikasi dengan Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan namun uang tersebut ditolak oleh Pak Oya.

“Sebenarnya yang bilang kalau lapak itu mau digunakan oleh Iparnya pak Wakil, itu sumbernya dari Pati sendiri, karena dia bilang ke Pak Wali kalau lapak itu katanya mau digunakan oleh Iparnya Wakil Walikota, disitu pak Wali Kemudian bilang ke dia untuk silahkan ketemu dengan pak Wakil,” bebernya.

Untuk itu, Polisi sudah harus segera menangkap Jumati Do Usman alias Pati, karena dialah dalang dan biang kerok sampai masalah di Tugulufa ini jadi melebar kemana-mana, mulai dari harga makanan yang dianggap mahal, bantuan pedagang yang tidak merata sampai pada dugaan pungutan liar.

“Saya lihat saat pak Wakil (Muhammad Sinen) datang di kedai Jojobo dan meluruskan nama baiknya, kemudian mereka teriak-teriak dan berontak di hadapan pak Wakil, itu saya berkesimpulan bahwa Pati sudah keliru disitu,” pungkas Oya.