TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) I dan Konsultasi Publik (KP) I Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Strategis Oba Tengah dan Kawasan Bandar Udara Sultan Nuku Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026, bertempat di ruang rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Selasa pagi (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Walikota Tidore ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Tim Penyusun dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Maluku Utara, para Pimpinan OPD, camat, lurah dan kepala desa.
Dalam sambutannya, Rudy Ipaenin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN RI atas dukungan bantuan teknis dalam proses penyusunan RDTR, serta kepada UNU Maluku Utara selaku tim penyusun.
“Kami memandang dukungan tersebut sebagai bentuk sinergi yang penting antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang yang terarah, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rudy menegaskan, penataan ruang bukan sekadar pengaturan pemanfaatan lahan, melainkan instrumen kebijakan untuk memastikan potensi wilayah dimanfaatkan secara optimal, proporsional, dan bertanggung jawab.Menurutnya, penyusunan RDTR Kecamatan Oba Tengah memiliki arti strategis. Selain memperkuat kepastian arah pembangunan dan meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang, RDTR juga diharapkan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
