SOFIFI – Rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp1 triliun seprtinya tidak berjalan mulus. Hingga kini, DPRD Malut masih melakukan kajian terhadap sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum usulan pinjaman tersebut dapat ditindaklanjuti.
Ketua DPRD Malut, Iqbal Ruray, menegaskan, DPRD belum dapat serta-merta memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan proses pinjaman.
Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikaji dan dipastikan terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kriteria dan persyaratan pinjaman.
“Sampai sejauh ini masih banyak kajian-kajian yang perlu dilihat menjadi persyaratan untuk pemerintah menindaklanjuti proses pinjaman ini. Mudah-mudahan kalau kriteria itu terpenuhi,” kata Iqbal Ruray saat diwawancarai wartawan baru-baru ini.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa usulan pinjaman Rp1 triliun masih berada dalam tahap evaluasi. DPRD ingin memastikan bahwa rencana tersebut tidak hanya didasarkan pada kebutuhan pembiayaan, tetapi juga harus memiliki landasan dan persyaratan yang jelas sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh.
