Takut Dilirik KPK, Data Pokir DPRD Tidore 31 Miliar Disembunyikan

Anehnya, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad mengaku tidak mengetahui akan Pokir DPRD yang disampaikan anggotanya, bahkan pihak sekretariat DPRD Kota Tidore melalui bagian Keuangan juga tidak mengetahui dengan pasti kegiatan-kegiatan apa saja yang disampaikan masing-masing anggota.

“Pokir DPRD tidak masuk di kami, karena di kami ini tidak ada proyek yang sifatnya pembangunan,” ungkap Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Tidore Kepulauan, Gufran Marsaoly saat dikonfirmasi melalui telepon.

Kendati demikian, Gufran menjelaskan kegiatan-kegiatan Pokir ini, diusulkan oleh anggota DPRD melalui akunnya masing-masing lewat Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Biasanya Pokir DPRD ini dia masuk langsung di BPKAD atau lewat Bapelitbang. yang pasti kami di sekretariat ini juga tidak tahu,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tidore Kepulauan, Amir Gorotomole juga ikut angkat bicara.