Sementara penanganan banjir, upaya sudah dilakukan namun ada beberapa kendala, Pemda sudah melakukan rapat dengan kementerian Kantor/Badan PUPR Pusat serta PT. IWIP. Dan ada beberapa keputusan yang dihasilkan dari pertemuan itu di antaranya pengerukan lumpur pada daerah aliran sungai Kobe, melaksanakan perbaikan jalan Lukulamo-Lelilef.
“Pembangunan jalan alternatif di tanjakan Tabalik, akselerasi pembangunan air bersih Weda Tengah dan Weda Utara dan perluasan jembatan beton pada daerah kawasan PT. IWIP yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN),” akunya.
IMS juga mengatakan, penanganan tersebut, membutuhkan anggaran besar dan waktu yang panjang anggaran dari APBN maupun APBD digunakan untuk itu, dari PT. IWIP telah menyampaikan kesediaannya dan untuk penanganan yang lebih luas masuk dalam bentuk pembangunan jangka panjang.
“Terkait perizinan Pemda dapat mendukung upaya tersebut karena masih berkaitan dengan pemerintah pusat sehingga saya menandatangani perjanjian kerja sama,” paparnya.
Kesepakatan kerja sama ini salah satunya pembangunan air bersih di Sagea, Kecamatan Weda Utara mencapai 60 miliar dari PT IWIP sudah menawarkan untuk menggunakan pihak ketiga dalam hal ini kontraktor untuk dikerjakan. “Namun yang saya butuhkan adalah barang tinggal dikerjakan dan kita siap pakai,” terangnya.
“Untuk layanan kesehatan pembangunan Puskesmas sementara lahan yang akan dibangun masih dalam proses pengerukan dan penimbunan,” tambah IMS.
