Ipda Ramli Soleman menjelaskan, kronologis kejadian yang di peroleh dari korban, pada pukul 07:00 Wit korban berangkat dari rumah menuju ke kebun kelapa, tepatnya di lokasi Gonwle Kecamatan Patani Timur, dengan maksud mengambil kopra.
Setibanya di lokasi kebun kelapa korban langsung mengambil tempat air dengan tujuan untuk mengambil air di kali.
“Saat korban turun ke kali tiba-tiba mendengar suara teriakan (manyele) dari arah barat, kemudian korban kembali ke para-para (tempat pengasapan kopra) dan mengangkat parang, dengan maksud untuk mengisyaratkan kepada OTK tersebut agar tidak melakukan perbuatanya. Namun mereka tetap berteriak dan melakukan aksi sambil melepaskan anak panah pada korban,” jelasnya.
Atas aksi brutal OTK tersebut korban merasa takut dan melarikan diri, namun OTK tetap mengejar korban sambil melepaskan busur panah dan mengenai di bagian rusuk dalam sebelah kiri .
Korban juga menambahkan, jumlah OTK yang melakukan penyerangan terhadap dirinya sekitar 7 orang, 4 orang menggunakan baju hitam sedangkan 3 orang tidak memakai baju, hanya menggunakan celana pendek warna hitam.
Lebih lanjut Ipda Ramli mengatakan, pada pukul 08:00 Wit Abdullatif (salah satu saksi) dari Pantai berencana ke kebun untuk memetik buah pinang dan pala yang jaraknya tak jauh dari kebun korban.
“Dalam perjalanan setibanya di kebun kelapa milik Ajuan yang tidak jauh dari mata jalan lintas Piniti-Sakam, saksi melihat korban dengan posisi terlentang dengan membawa 2 buah anak panah milik OTK, dan meminta pertolongan kepada saksi yang hendak mau ke kebun,” akunya.
