Ikan Mati dan Warna Air Laut Berubah, Warga Makian Khawatir

LABUHA – Warga Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan digegerkan dengan puluhan ekor ikan mati secara misterius yang terdampar di pantai, mulai dari ukuran kecil hingga ikan ukuran besar, pada Senin (24/2).

Selain ikan-ikan mati, air laut pun berubah warna coklat hampir seluruh desa di kecamatan itu terjadi pada pagi hingga malam sekitar pukul 19. 00 WIT.

Warga khawatir kejadian ada hubungannya dengan gunung berapi Kie Besi Makian yang statusnya aktif, seperti kejadian beberapa daerah lain. Sebab menurut warga, ikan mati mendadak dan warna air laut berubah merupakan sebuah fenomena alam langkah yang belum pernah mereka saksikan.

“Puluhan ikan mati terdampar di pantai dan warna air laut berubah membuat warga khawatir terjadi sesuatu,”  ungkap Muhtar Hi. Habib, salah seorang warga Desa Suma, membenarkan ketika dikonfirmasi tadi malam.

Menurutnya, kejadian aneh ini membuat warga enggan mandi air laut. Para orang tua pun mengawasi anak-anak mereka. Untuk memastikan penyebab kejadian itu, warga mencoba membakar ikan, namun tidak seperti ikan hasil tangkapan nelayan setempat. “Saat dibakar dan dibuka dagingnya, tulangnya tidak seperti hasil tangkapan nelayan di sini,” tuturnya

Meski begitu, hingga penyebab kejadian itu belum diketahui. Muhtar berharap, pemerintah melalui instansi terkait menjelaskan penyebab kejadian ini agar tidak membuat warga takut terhadap informasi yang simpang siur.

Sementara itu, dosen fakultas Teknologi dan Hasil Perikanan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Azis Husen menjelaskan, perubahan warna laut dari biru jadi merah atau hijau kekuningan ada hubunganya ledakan alga (blooming alga). Istilah ini kita dengar populasi fitoplankton, yaitu tumbuhan yang hidupnya mengapung atau melayang di laut. “Biasanya terjadi di perairan air laut atau danau,” kata Azis.

Sementara penyebabnya terjadi perubahan air laut  karena pembuangan limbah industri dan limbah aktivitas rumah tangga. Limbah yang mengalir sampai laut itu mengandung nutrient, nitrat dan ortofosfat yang bisa menstimulasi proses pembiakan alga.

Selain itu, ledakan alga juga terjadi  ada pemanasan global, atau naiknya suhu perairan laut. “Kalau suhu naik, maka aktivitas metabolisme alga jadi terpicu dan pecah sehingga warna air laut berubah dan reproduksi alga berlangsung lebih cepat. Bisa jadi kasus Pulau Makian bagitu,” jelasnya

Sementara warna yang muncul bergantung pada pigmen (zat warna tubuh) mikroalgae yang meledak. “Biasanya kejadian seperti ini alga ini sangat berbahaya, karena, selain merusak sumber daya perikanan, juga sampai ke manusia,” terangnya. 

Untuk kasus pulau Makian, Azis memperkirakan terjadi pergerakan masa air tidak lagi normal, lalu terjadi blooming alga. Blooming alga merupakan suatu peristiwa di mana jumlah alga yang berada di perairan membludak jumlahnya. “Alga adalah hewan mikroskopik yang menyerupai tumbuhan dan merupakan organisme yang umumnya terdapat di perairan disinari cahaya matahari,” jelasnya. (cr02)

Berita Terkait

Berikan Komentar pada "Ikan Mati dan Warna Air Laut Berubah, Warga Makian Khawatir"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*