SANANA– Setelah dilakukan rapid test atau tes cepat yang kedua kalinya terhadap Pasien Dalam Pangawasan (PDP) dari Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), ternyata hasilnya tersebut dinyatakan reaktif.
Selain PDP yang hasilnya reaktif, istrinya juga ketika dilakukan Rapid test, hasilnya juga sama, yakni reaktif.
Petugas kesehatan melanjutkan Rapid test kepada anaknya yang berumur 12 tahun, hasilnya non reaktif. Mereka sekeluarga saat ini telah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepsul.
“Kan PDP itu ketika dilakukan Rapid test yang pertama, hasilnya non reaktif. Kemudian dilakukan Rapid test yang kedua hasilnya reaktif. Kami lalu lakukan Rapid pembanding, dan hasilnya masih sama, yaitu reaktif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, dr Muhammad Makmur Tamani saat melakukan konfrensi pers di posko bersama, Jumat (17/4).
Makmur mengatakan, sampai saat ini mereka terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap masyarakat yang masuk dalam kriteria yang ada di dalam Covid-19. “Terhadap PDP yang hasilnya reaktif itu, rencananya akan dilakukan tes swab. Karena hasil dari rapid test ini tidak bisa dijadikan sebagai dasar orang itu terpapar, sebab rapid test ini hanya menggambarkan adanya imun atau sistem kekebalan tubuh yang memantul. Rapid test ini bisa reaktif pada kasus yang lain,” ujarnya.
Pihaknya sudah melakukan permintaan di Ternate untuk mendatangkan alat tes swab. Kemungkinan Senin atau Selasa pekan depan sudah tiba di Sanana. “Kalau sudah tiba di Sanana kemudian kita lakukan pemeriksaan, hasilnya akan dikirim ke Ternate, baru dikirim ke Makasar,” ucap Makmur.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepsul, Syafrudin Sapsuha berharap kepada semua pihak di Sula agar dapat mendukung kerja-kerja petugas penanganan Covid-19 secara baik. “Misalnya ada yang merasa kurang, mari sama-sama melakukan evaluasi, intinya petugas selalu terbuka memberikan informasi maupun masukan.
ini adalah untuk kebaikan dan keselamatan bersama,” harapnya.
Sementara terkait dengan PDP yang hasil rapid testnya reaktif, yang bersangkutan dalam keadaan baik.
Pihaknya juga selaku mengevakuasi dari Falabisahaya ke Sanana untuk melakukan sesuai dengan tahapan yang ada. “Kami harap dapat memberikan dukungan moril dan tidak memberikan stigma negatif kepada saudara kita yang saat ini sedang dirawat di RSUD ini. Dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dari kita semua,” harapnya.
Sekadar diketahui, data yang dikantongi per 17 April, Monitoring Mandiri (MM) 1789 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 1 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) 3 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang.(nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Rapid Test di Kepsul, 2 Orang Reaktif"