DARUBA – Akses ke wilayah Kabupaten Pulau Morotai terutama jalur transportasi laut baik dari Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) maupun Kota Ternate telah dibatasi, bahkan sebagian sudah ditutup.
Transportasi kapal feri Tobelo-Morotai tidak lagi diijinkan mengangkut penumpang, namun hanya dikhususkan mengangkut logistik sebanyak 3 kali dalam seminggu, sedangkan untuk Speed Boat ditutup sementara.
Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai, Ahdad menyatakan kebijakan kapal feri tidak lagi memuat penumpang namun hanya diperbolehkan mengangkut logistik dengan jadwal seminggu tiga kali, sedangkan Speed Boat Satgas Morotai memberikan jadwal seminggu hanya dua kali operasi.
Hanya saja, ada kebijakan dari pemerintah Kabupaten Halut, dimana mereka sudah menghimbau warganya untuk tidak keluar dan masuk. Adanya kebijakan itu sehingga speed noat tidak lagi diijinkan masuk ke Tobelo. “Jadi untuk speed boat pembatasannya dari Halut bukan dari kami,” kata Ahdad kepada wartawan, Minggu (3/5) kemarin. Untuk tranportasi kapal Ternate-Morotai juga ada perubahan jadwal.
Dimana KM Ratu Maria dan KM Geovani hanya diijinkan masuk Morotai sebulan sekali. Jadwal ini terhitung mulai pelayaran terakhir dua kapal tersebut. “Jadi kemungkinan selesai lebaran Idul Fitri baru ada jadwal lagi, tapi untuk kapal Tol Laut jadwalnya seperti biasa, malah jadwalnya lebih dipercepat,”ungkap Ahdad. Sementara bandara, kata Ahdad, tidak ditutup dan jadwal penerbangannya tidak dibatasi.
“Kalau pesawat tergantung pihak Lion,” ujarnya. Perubahan jadwal transportasi ini akan ditinjau kembali pada 1 Juni 2020. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

