SANANA – Pedagang pasar Basanohi Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menilai pembongakaran pasar yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) tidak tepat sasaran. Sebab, setiap kali pembongkaran, Pemda belum melakukan persiapan secara maksimal. Akhirnya, ada sejumlah pedagang yang tidak mendapatkan tempat jualan.
Pada Kamis (7/5), Satpol PP kembali melakukan pembongkaran. Namun, dalam pembongakaran itu banyak pedagang yang rugi puluhan juta. Karena, ada petak atau tempat yang jualan yang dibangun belum sampai satu bulan, terpaksa sudah bongkar lagi.
Sementara bangunan pasar yang di sediakan oleh Pemda belum mencukupi sesuai dengan jumlah pedagang yang ada. Salah satu bangunan pasar atapnya masih bocor, setiap kali hujan jualan pedagang kadang dihantam air hujan. Pada tahun ini, sudah dua kali dilakukan pembongkaran. Yang pertama menjelang bulan ramadhan, akan tetapi pembokaran yang pertama itu dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada pedagang. Tiba-tiba, petugas datang membongkarnya. Yang jelas pedagang tidak punya kesiapan sama sekali.
“Pembongkaran yang pertama itu salah satunya adalah petak milik saya, petugas tidak ada pemberitahuan. Tiba-tiba sudah ada pembongkaran,” akui Ratna, pedagang pasar Basanohi saat ditemui awak media, Kamis (7/5).
Ratna mengatakan, setidaknya harus ada pemberitahuan, supaya mereka juga punya kesiapan untuk mengamankan barangnya. “Kan kayu lata dan papan itu kalau kita taruh disembarangan tempat bisa-bisa dicuri oleh orang. Kayu yang kita gunakan untuk mendirikan tempat jualan itu bukan hanya datang ambil begitu saja, tapi kita beli. Bagi pemerintah lata dan papan memang tidaak ada gunanya. Bagi kita itu sangat berharga,” kesalnya.
Sekarang, dia berjualan di salah satu bangunan pasar yang di sediakan oleh pemerintah. Hanya saja, kata Ratna, bangunan itu belum layak ditempati. Apalagi desain bangunannya sangat merugikan pedagang.
“Masa bangunan begitu besar hanya ada satu pintu. Bahkan pintu yang ada ukurannya kecil. Belum juga atap yang bocor dimana-mana. Saya punya bawang yang ada di dalam karung itu pernah basah semua,” beber Ratna. (nai)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Bongkar Pasar, Pemkab tak Miliki Perencanaan"