BOBONG – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu, dibikin pusing oleh warga sejak Bupati menetapkan status siaga darurat bencana non alam Nomor 50 tahun 2020.
Bagaimana tidak?, untuk mempertahankan daerah itu dari status zona hijau pandemi covid-19 belum didukung oleh kesadaran warga. Salah satunya jumlah warga yang masuk di Taliabu saat ini terus membludak, walau sudah terjadi pembatasan pelayaran.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon mengakui, mempertahankan daerah itu dari status zona hijau pandemi covid-19 belum didukung oleh kesadaran warga.
Padahal, kata dia, ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah, namun butuh kesadaran warga. “Mempertahankan zona hijau di Taliabu ini tidak gampang. Butuh kesadaran warga,” kata Sutomo, Senin (18/5). Meski kata Sutomo, pihaknya mulai melakukan langkah mitigasi untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dengan memberlakukan protokol kesehatan warga, menerapkan psical distancing, mencuci tangan dan menggunakan masker saat keluar rumah maupun larangan keluar daerah maupun larangan mudik.
Namun sayang, kata Sutomo, langkah mempertahan zona hijau ini belum didukung dengan kesadaran warga, sehingga protokol kesehatan yang sudah dianjurkan masih saja dilanggar. Berdasarkan data, jumlah orang yang masuk di Taliabu sudah mencakup 5.567. Jika tidak patuhi anjuran protokol kesehatan, maka Sutomo pesimis pertahankan Taliabu dari status zona hijau.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan kesadaran dari warga. Tolong pake masker, hindari kerumunan, rajin cuci tangan dan jangan keluar daerah bagi yang di Taliabu, dan jangan mudik bagi yang sementara di luar daerah. Tapi sejauh ini, kesadaran warga masih minim, himbauan pemerintah terus dilanggar,” ungkap Sutomo.
Sutomo meminta, warga tertib dan turut serta menjaga status siaga bencana covid 19 di Taliabu agar tidak menjadi zona merah. Amatan Fajar Malut, gugus tugas juga terlihat terus meningkatkan penyediaan tempat cuci tangan di tempat umum dengan menggunakan tanki air disejumlah kawasan di Bobong. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

