DARUBA – Adanya kebijakan Pemda Kabupaten Pulau Morotai yang membagikan bantuan sosial kepada warga, membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Morotai mandi suar siang malam hanya untuk membagikan Sembako ke warga.
Hal ini lantas mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Basri Rahaguna. Menurutnya, kebijakan Bupati Benny Laos yang melibatkan ASN dalam pembagian Sembako dinilai tidak tepat.
Seharusnya ASN dilibatkan sebagai pengontrolan dalam pembagian Sembako kepada warga di lapangan, bukan disuruh pukul beras seperti buruh.
“Dengan situasi Covid-19 selama ini saya lihat pembagian Sembako berupa beras dengan jumlah ton, kenapa harus ASN yang jadi buruh bagasi. Sehingga itu, saya minta kepada Pemda agar hentikan ASN pikul beras atau Sembako,” ujar Basri Rahaguna kepada wartawan, Selasa (19/5).
Kebijakan ini justru lebih tepat bila diberikan kepada buruh bagasi yang pendapatannya menurun saat wabah virus Corona. “Pemda Morotai harus memberikan ruang atau pekerjaan kepada buruh bagasi yang saat ini mata pencaharian mereka terputus karena wabah Corona, apalagi anggaran yang digeser begitu besar, kasihan buruh,” kata Basri Rahaguna dengan nada diplomatis. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

