BOBONG – Puncak musim panen cengkeh di Kabupaten Pulau Taliabu, dipastikan para petani cengkeh kesulitan mencari buruh petik di tengah pandemi covid-19. Apalagi, musin panen diprediksi terjadi pada bulan Agustus-September 2020. Sebut saja, di Kecamatan Lede, sebagai lumbung cengkeh di Pulau Taliabu. Bahkan, musim ini akan membutuhkan buruh petik lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Camat Lede, H. Aliati Maundu mengatakan, petani cengkeh saat ini telah menghadapi musim panen cengkeh diperkirakan membutuhkan buruh petik sekitar 30 ribu orang.
“Musim cengkeh di Lede tahun ini cukup besar dari tahun kemarin. Dan tahun ini diperkirakan membutuhkan kurang lebih 30 ribu orang, karena ini musim besar,” kata Aliati Minggu (7/6) akhir pekan.
Terkait hal itu, Aliati berencana akan berkoordinasi dengan Tim Gugus tugas untuk mengantisipasi ancaman virus corona melalui ribuan karyawan yang akan didatangkan dari luar daerah nanti. Agar setiap tenaga kerja yang berdatangan adalah orang-orang yang tidak berpotensi membawa masuk wabah virus corona yang masih berstatus zona hijau.
“Saya sudah berencana dalam waktu dekat ini akan menemui tim gustu covid 19 di Kabupaten, kira- kira seperti apa langkah-langkah pencegahan untuk memastikan ribuan tenaga kerja yang masuk di Lede pada musim panen cengkeh,” katanya.
Saat ini tim Satgas covid-19 Kecamatan lede belum memiliki alat rapid test sehingga untuk memastikan bahwa setiap orang yang datang tidak terinfeksi virus corona. Tenaga medis di posko penanganan covid-19 Kecamatan Lede hanya melaksanakan protokol kesehatan dan melakukan tes suhu bagi setiap penumpang kapal yang hendak tiba di pelabuhan. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

